JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Imbas Corona, Latihan Ujian Nasional 113 SMP dan MTS di Sragen Terpaksa Dibatalkan. Dinas Tunggu Arahan Pusat

Suwardi. Foto/Wardoyo

IMG 20200319 093532
Suwardi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Jadwal latihan ujian nasional (UN) tingkat SMP sederajat dan MTS di Kabupaten Sragen terpaksa dibatalkan. Kebijakan Pemprov Jateng dan Pemkab Sragen yang memperpanjang libur sekolah menjadi 2 pekan dampak corona virus membuat agenda itu terpaksa ditunda untuk dilakukan penjadwalan ulang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sragen, Suwardi mengatakan sedianya latihan UN SMP sederajat diagendakan digelar mulai Senin (16/3/2020) lalu. Latihan UN itu semula dijadwalkan selama tiga hari pelaksanaan.

Namun karena adanya surat edaran (SE) bupati terkait libur 2 pekan antisipasi corona, jadwal latihan UN harus diurungkan.

“Harusnya mulai Senin kemarin tanggal 16 selama tiga hari. Tapi karena SE libur dua pekan, terpaksa nggak bisa dilaksanakan. Nanti kita dijadwal ulang,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (19/3/2020).

Baca Juga :  Masih Meledak, Berikut Daftar 47 Warga Sragen Yang Positif dan Meninggal Dunia Hari Ini. Kecamatan Sidoharjo, Karangmalang, Masaran dan Mondokan Mendominasi!

Untuk kelanjutan pelaksanaan latihan UN, nantinya masih akan menunggu arahan dari pusat. Sembari itu, pihaknya akan menyiapkan segala sesuatunya sehingga siap ketika sudah ada kepastian jadwal ulang dari pusat.

“Untuk yang sifatnya nasinal diatur dari sana. Sehingga kami akan nunggu arahan dari sana,” terangnya.

Suwardi menguraikan jumlah SMP dan MTS negeri maupun swasta di Sragen tercatat sebanyak 113 sekolah. Rinciannya SMP negeri dan swasta sebanyak 91 sekolah dan 22 lainnya adalah MTS.

Terkait sampai kapan penundaan latihan UN, menurutnya diperkirakan nanti akan dilaksanakan setelah masuk kembali pasca libur dua pekan.

Baca Juga :  Pecah Rekor Lagi, Berikut Daftar Lengkap 60 Warga Sragen Yang Terpapar Positif Hari Ini. Ada Enam Kecamatan Meledak!

Namun, semuanya tetap menunggu petunjuk dan arahan dari pusat terlebih dahulu.

“Kalau jadwal ujian nasionalnya nanti menyesusikan jadwal dari pusat. Yang ujian sekolah dan lain-lain menyesuaikan kita tunda setelah libur 2 minggu ini. Nanti kita susun lagi, ini baru kami bicarakan lagi terkait persiapannya,” tandasnya.

Bagaimana jika dia pekan ternyata situasi belum membaik, Suwardi menyampaikan dinas akan menyesuaikan kebijakan dari atasan.

Karena libur dua pekan masa tanggap darurat dan antisipasi corona memang sangat penting untuk kepentingan lebih besar yakni memutus mata rantai penyebaran corona. Wardoyo