JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Laporan Dari Taiwan (2): Kisah Para TKI Sragen di Tengah Ancaman Wabah Corona Virus. Masker Sudah Sebulan Sulit Dicari, Tiap Kumpul-Kumpul Langsung Didatangi Polisi dan Diinterogasi!

Ilustrasi pemandangan lengangnya kota pasca merebaknya wabah Corona Virus. Foto/Istimewa

loading...
Ilustrasi pemandangan lengangnya kota pasca merebaknya wabah Corona Virus. Foto/Istimewa

TAIPEI, JOGLOSEMARNEWS.COM Wabah Corona Virus yang melanda dunia dan berendemis di daratan China, menghadirkan sindrom keresahan luar biasa bagi para WNI yang ada di sana.

Tak terkecuali para tenaga kerja indonesia (TKI) dan tenaga kerja wanita (TKW) asal Sragen yang berada di Chinese Taipei atau Taiwan. Meluasnya wabah Corona Virus di negara bagian China ini juga menimbulkan keresahan teramat sangat bagi para TKI dan TKW Sragen di negara itu.

Seperti dilaporkan Pengurus Taiwan Kumpulan Wong Sragen (TKWS), Muhammad Eksan Nudin. Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Eksan menuturkan kondisi saat ini di Taiwan sangat ketat dan meresahkan semenjak wabah Corona Virus merebak.

Eksan yang berasal dari Dukuh Gupak, Desa Pengkol, Tanon itu menuturkan situasi psikologis para TKI dan TKW Sragen dan daerah lain yang ada di Taiwan, sangat resah. Hal itu karena wabah yang terus meluas dan banyak jatuh korban.

Kondisi itu membuat para migran seperti TKI, juga menjadi sasaran pengawasan dari otoritas petugas setempat.

“Ruang gerak kami makin minim. Setiap kami berkumpul dengan teman ada 10 orang, langsung didatangi polisi dan diinterogasi. Dimintai data data dan dibubarkan,” paparnya melalui sambungan seluler, Rabu (11/3/2020).

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Kabar Baik, 8 Warga Sragen Positif Covid-19 Sragen Kembali Dinyatakan Sembuh dan Dipulangkan Hari Ini. Total 21 Pasien Sudah Sembuh!

Kondisi itu menghadirkan kecemasan tersendiri. Para TKI menjadi ketakutan untuk sekadar bertemu dengan sesama TKI atau berkumpul melakukan kegiatan.

Eksan yang juga pengurus Jateng Gayeng itu menguraikan sebagai pendatang, TKI dan TKW juga sangat awam dengan situasi di Taiwan. Mereka tidak tahu mana-mana tempat di Taiwan yang rawan penyebaran virus korona.

Hal itu diperparah dengan kelangkaan masker yang sudah berlangsung sejak sebulan terakhir. Ia mengisahkan sejak Corona mewabah, masker menjadi barang wajib dan buruan di Taiwan.

Namun bersamaan itu pula, supermarket-supermarket mulai kehabisan stok sejak sebulan belakangan.

“Sudah sebulan ini, supermarket-supermarket di sini sulit masker. Kami kadang dijatah seminggu hanya boleh beli dua. Itu pun kadang barangnya nggak ada. Kami benar-benar was-was. Kalau keluar nggak pakai masker tahu sendiri, wabah sudah meluas dan korban makin banyak. Siapa nggak takut Mas.  Makanya harapan kami dari Pemkab Sragen agar bisa berkenan mengirim bantuan masker,” terangnya.

Baca Juga :  Kecelakaan Tragis di Tikungan Jetis Sragen, Truk Tangki Terguling Masuk Selokan Sedalam 4 Meter. Truk Dikemudikan Pria dan Bawa Wanita di Sampingnya, Begini Kondisinya!

Di tengah kondisi tersebut, Eksan mengaku saat ini hanya mengimbau kepada semua TKI dan TKW untuk meningkatkan doa, wudhu dan salat sebagai penguatan bathiniah.

Sedangkan masker sangat diharapkan karena itulah satu-satunya upaya pencegahan secara lahiriah.

“Kemarin Pak Gubernur Jateng juga kirim bantuan masker tapi distribusinya tidak merata. Banyak yang tidak kebagian. Kami nggak tahu lokasi pembagiannya di mana, sehingga warga Sragen banyak yang nggak dapat,” tandasnya.

Senada, Ketua TKI Sragen di Taiwan yang tergabung dalam Taiwan Kumpulan Wong Sragen (TKWS), Gito menguraikan
kondisi saat ini, keseluruhan TKI dan TKW Indonesia dalam situasi waspada  karena ada 2 WNI terjangkit dan dirawat di RS setempat.

Di tengah kecemasan dan wabah yang makin meluas, pihaknya sangat berharap Pemkab Sragen bisa peduli dengan mengirimkan bantuan masker untuk warga Sragen di Taiwan.

“Jumlah warga Sragen di Taiwan yang tergabung dalam TKWS itu ada sekitar 600 orang. Tapi ada yang baru datang dan belum bergabung, sehingga kemungkinkan jumlahnya lebih dari itu,” ujarnya.
(Wardoyo/ Bersambung)