loading...

Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan HB X (baju kotak-kotak) menyatakan Keraton Yogya bersih dari potensi virus corona saat kunjungan Raja Belanda, Rabu (11/3/2020) lalu / tempo.co

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gubernur DIY yang juga Raja di Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X (Sultan HB X) menilai langkah sejumlah kampus yang menerapkan kuliah online karena khawatir virus corona justru kurang tepat.

“Untuk kuliah secara online, mungkin bagi kampus itu tidak masalah, tapi bagi kami (pemerintah) ada sedikit masalah,” ujar Sultan di Komplek Kantor Gubernur Kepatihan, Minggu (15/3/2020).

Baca Juga :  Istri Nurhadi Punya Peran Penting dalam Kasus Korupsi Suaminya, Ini Perannya

Sultan menuturkan, mahasiswa dari seluruh kampus di Yogya saat ini berjumlah berkisar 300.000 orang.

Dari jumlah itu, diperkirakan yang merupakan mahasiswa asal Yogya sekitar 10-15 persen atau sekitar 45.000 orang, dan sisanya pendatang asal luar Yogya.

“Pertanyaaan saya, selama dua minggu kuliah online itu para mahasiswa akan tetap di Yogya atau pulang ke daerahnya?” ujar Sultan.

Sultan khawatir para mahasiswa yang terkena kebijakan kuliah online itu justru bukan memanfaatkan masa itu untuk pengamanan dirinya dan orang lain, melainkan malah berpergian ke manapun sehingga susah dipantau kondisinya.

Baca Juga :  Masyarakat Terdampak Covid-19 Kian Banyak, 13.000 ASN Banyuwangi Patungan Beras

“Kami mantaunya jadi susah kalau dia bebas berpergian ke manapun,” ujar Sultan.

Berbeda kondisinya dengan pelajar sekolah di Yogya dari SD sampai SMA yang 80 persennya merupakan warga atau berumah tinggal di Yogya.

Saat ada kebijakan meliburkan, maka pemantauan hampir bisa dilakukan melalui rumah masing-masing pelajar itu.

Meski belum mengambil keputusan meliburkan sekolah seperti yang dilakukan di daerah lain, Sultan HB X mengatakan pihaknya masih melakukan verifikasi melalui Dinas Pendidikan.

“Hari ini belum ada keputusan (meliburkan sekolah) karena kami masih verifikasi. Kemungkinan besok, setelah ada pertemuan untuk finalisasi,” ujar Sultan.

www.tempo.co