JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sudah Nekat Nyewa Travel Sendirian dari Jakarta dan Sampai Pungkruk, Warga asal Taiwan Yang Mau Pulang Kampung ke Gondang Tetap Ditolak Masuk Sragen. Langsung Dipaksa Balik Kanan ke Jakarta Lagi

Petugas Polres Sragen saat melakukan interogasi sopir travel yang terjaring razia penyekatan pemudik di Exit Tol Pungkruk, Sidoharjo, Sragen, Senin (27/4/2020). Foto/Wardoyo
Petugas Polres Sragen saat melakukan interogasi sopir travel yang terjaring razia penyekatan pemudik di Exit Tol Pungkruk, Sidoharjo, Sragen, Senin (27/4/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 40 bus dan mobil travel yang mengangkut maupun hendak menjemput pemudik kembali dihentikan di wilayah Sragen, Senin (27/4/2020). Puluhan bus dan travel itu diminta balik kanan kembali ke daerah asal menyusul kebijakan pemerintah melarang adanya pemudik di tengah pandemi covid-19.

Selain itu, tim kepolisian juga memaksa balik seorang warga Taiwan yang mengaku hendak pulang ke wilayah Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen.

Pemudik itu sampai nekat menyewa travel dan ditumpanginya sendirian sebelum kemudian terjaring razia penyekatan oleh petugas kepolisian Sragen di exit tol Pungkruk Sidoharjo Sragen, Minggu (26/4/2020) malam.

“Ya tadi malam sempat ada satu mobil travel yang di dalamnya ditumpangi oleh seorang warga Taiwan yang mengaku hendak pulang ke wilayah Gondang, Sragen. Waktu kita periksa identitasnya dia dari Taiwan dan mengaku menyewa travel sambil menyebut tujuannya ke Gondang Sragen. Tapi tidak jelas yang dituju sehingga terpaksa kami minta berhenti dan kembali lagi ke wilayahnya,” papar Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Sugianto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (27/4/2020).

Kasat Lantas menguraikan keputusan menghentikan dan memaksa balik warga Taiwan itu dilakukan karena gelagatnya mencurigakan. Ketika ditanya tujuannya, dia hanya menyebut ke wilayah Gondang tapi tidak bisa menyampaikan alamatnya secara rinci.

Baca Juga :  Bunuh Diri Terjun dari Jembatan, Jenazah Penjual Pentol Goreng asal Tangen Sragen Yang Sempat Hilang 2 Malam Akhirnya Ditemukan Pagi Tadi. Ditemukan Jarak 1,5 KM dari Jembatan Sapen

Karena sudah datang dari luar kota, dan dari luar negeri maka pihaknya memutuskan untuk tidak mengizinkan yang bersangkutan melanjutkan perjalanan ke Sragen.

“Ya sebenarnya sudah sampai Pungkruk wilayah Sragen. Tapi kan kita juga tidak mau berspekulasi apalagi yang bersangkutan dari luar negeri dan alamat yang dituju tidak jelas Gondang nya dimana,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kasat Lantas menguraikan hari ini tadi ada sekitar 40-an kendaraan baik bus maupun mobil travel terindikasi membawa penumpang atau menjemput pemudik yang terjaring di wilayah Sragen.

Secara keseluruhan, selama tiga hari operasi penyekatan sudah ada sekitar 100-an bus dan kendaraan travel yang dihentikan dan dipaksa untuk balik kanan.

Ia mencontohkan untuk bus yang hari ini dihentikan di antaranya bus AKAP yang membawa rombongan pemudik dari Surabaya menuju ke Jakarta berisi sekitar 20-an orang.

Kemudian ada pula bus tujuan Bandung juga dari arah Surabaya yang terpaksa juga dipulangkan kembali.

Baca Juga :  Mohon Perhatian, Warga Sragen yang Ada di Jakarta Sementara Jangan Pulang Dulu. Bupati dan Gubernur Ganjar Minta Warga Dukung Pelaksanaan PSBB!

“Kalau berapa mobil travel kita suruh balik karena mereka akan menjemput pemudik yang berada di Jakarta,” imbuhnya.

Ia menambahkan penyekatan dilakukan di dua lokasi. Kendaraan dari Jakarta menuju Surabaya dipantau di exit tol Pungkruk.

Sedangkan dari arah Surabaya ke Jakarta dipantau di Jembatan Timbang Toyogo, Kecamatan Sambungmacan.

Ia menguraikan teknis penyekatan dilakukan dengan menghentikan kendaraan bus atau travel berpelat luar kota.

Pengemudi dan penumpang kemudian dicek identitasnya serta kondisi kesehatannya terutama suhu tubuhnya.

“Kalau dari luar kota dan bertujuan mudik, langsung kita suruh balik. Kalau masyarakat lokal yang kepentingan kerja, masih kita bolehkan jalan,” terangnya.

Ditambahkan, operasi itu akan dilakukan selama 37 hari sejsk 24 April sampai 31 Mei 2020 mendatang.

Ia kembali mengimbau kepada masyarakat yang ada di Jakarta atau Surabaya dan kota besar lainnya, lebih baik menaati aturan pemerintah untuk tidak mudik terlebih dahulu.

Sebab di setiap kabupaten dan perbatasan akan dijaga ketat oleh polisi yang akan melakukan pemeriksaan.

“Kalau nasibnya apes dan ketahuan akan langsung dikembalikan,” tandasnya. Wardoyo