JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

12 Kecamatan di Sragen Masuk Zona Merah Covid-19. Usai Lebaran Pemkah Bakal Gelar Rapid Test di 20 Kecamatan

Ilustrasi. Pixabay
Ilustrasi. Pixabay

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 12 kecamatan di Kabupaten Sragen dinyatakan zona merah corona virus atau covid-19. Adanya kasus positif covid-19 menjadi alasan 12 kecamatan itu masuk dalam kategori zona merah.

Data terkini dari pemetaan kasus covid-19 Sragen hingga Senin (25/5/2020), 12 kecamatan yang ada dan pernah ada kasus positif covid-19 itu di antaranya Kecamatan Gesi, Gondang, Kalijambe, Karangmalang, Kedawung, Masaran, Ngrampal, Plupuh, Sambirejo, Sambungmacan, Sidoharjo, dan Sragen.

Daei 12 kecamatan itu, Kecamatan Sragen menjadi yang terbanyak kasus positif covid-19 dengan enam kasus dengan empat di antaranya berhasil sembuh dan dua masih dirawat.

Sementara, delapan kecamatan yang masih nihil kasus positif alias zona hijau adalah Gemolong, Jenar, Miri, Mondokan, Sukodono, Sumberlawang, Tangen dan Tanon.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sragen, Tatag Prabawanto mengatakan untuk kecamatan yang sudah ada kasus positif covid-19 memang masuk zona merah.

Baca Juga :  PKS Akhirnya Buka Kartu Dibalik Kegagalan Mengusung Calon Bupati-Wabup Sukiman-Iriyanto di Pilkada Sragen. Dari Rapat 29 Agustus 2020 Hingga Rekomendasi Cuma Fotokopi di WA

Karenanya, warga diminta lebih waspada dan meningkatkan antisipasi dengan menaati protokol kesehatan dan pencegahan covid-19.

Yakni dengan menjaga jarak, menerapkan pola hidup bersih sehat, diam di rumah, cuci tangan, dan mengenakan masker apabila terpaksa melakukan aktivitas keluar rumah.

“Apabila terjadi perluasan kasus atau penyebaran di sebuah wilayah kecamatan zona merah, maka tidak menutup kemungkinan dilakukan isolasi wilayah. Karenanya kami mengajak dan mengimbau semua warga untuk menaati anjuran pemerintah menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (25/5/2020).

Tatag menguraikan sejauh ini, kurva covid-19 Sragen memang sudah perlahan menunjukkan tren menggembirakan. Jumlah pasien sembuh dari covid-19 terus bertambah.

Dari 32 kasus positif, 14 orang sudah sembuh dan tinggal 17 lagi yang masih dirawat.

Sebelumnya, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan pekan depan setelah Lebaran pihaknya menunggu kedatangan 2.500 alat rapid test yang sudah dipesan.

Baca Juga :  Pilkada Sragen, Tak Ingin Tersandera, Gerindra Masih Tunggu Keputusan DPP. PKS Juga Masih Menunggu DPP!

Setelah alat rapid test turun, pihaknya akan berkeliling ke 20 kecamatan di Sragen untuk menggelar rapid test.

“Target secara bertahap akan kita penuhi. 2500 kit yang akan datang ini akan kita sebar ke 20 kecamatan agar kita bisa mengambil sampling seluruh warga di Kabupaten Sragen ini. Juga terhadap orang-orang yang beresiko tinggi terkait ini, seperti ibu hamil nanti kita juga akan lakukan rapid test,” urai Yuni.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin dan patuh terhadap anjuran pemerintah.

Seperti disiplin memakai masker, melakukan perilaku hidup bersih sehat, jaga jarak dan tidak berkerumun. Yuni juga meminta warga yang sudah menerima bantuan, tidak mempergunakan uang bantuan untuk kebutuhan sekunder. Wardoyo