JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Jadi Korban Meninggal Kesebelas, Nenek-Nenek PDP Corona asal Sragen Kota Dimakamkan Dengan Peti Diangkat Keluarga dan Tetangga. Begini Riwayat Lengkapnya!

Mobil ambulans RSUD Sragen saat mengantar jenazah nenek PDP corona yang meninggal dan dimakamkan di Pemakaman Mojopahit, Sine, Sragen, Selasa (5/5/2020) dinihari. Foto/Wardoyo
Mobil ambulans RSUD Sragen saat mengantar jenazah nenek PDP corona yang meninggal dan dimakamkan di Pemakaman Mojopahit, Sine, Sragen, Selasa (5/5/2020) dinihari. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus kematian terkait covid-19 atau corona di Sragen kembali terjadi. Seorang warga berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) corona asal Kecamatan Sragen Kota kembali gagal terselamatkan.

Pasien berjenis kelamin perempuan berusia 84 tahun itu meninggal dunia, Senin (4/5/2020) malam. Nenek asal Kelurahan Sine itu diketahui meninggal di RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen pukul 20.40 WIB.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , almarhumah mempunyai riwayat penyakit sakit sesak nafas selama 5 tahun.

Kemudian pada masa Pandemi Covid 19 kondisi pasien mengalami sakit-sakitan sehingga dirawat di RSUD Sragen dengan status PDP.

Proses pemakaman di pemakaman Mojopahit, Sine, Sragen dinihari tadi berlangsung lancar tanpa ada penolakan warga.

“Selama proses pemakaman almarhum telah dilaksanakan pengamanan dari personil kami. Tidak ada keberatan dari keluarga almarhumah dengan proses pemakaman almarhumah yang di laksanakan sesuai SOP covid-19 dari tim medis. Juga tidak ada penolakan dari warga sekitar, bahkan petugas pemakaman dan pengusung peti jenazah dilakukan oleh anggota keluarga dan tetangga,” ujar Kapolsek Sragen, Iptu Mashadi, mewakili Kapolres AKBP Raphael Sandhy, Selasa (5/5/2020).

Baca Juga :  Melihat Bahagianya Anak-Anak Yatim di Sragen Terima Kado Cinta Jelang Bulan Muharam dari Solopeduli

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sragen, Hargiyanto membenarkan tambahan satu PDP corona yang meninggal tersebut.

“Iya benar. Ada satu PDP corona yang meninggal dunia kemarin malam. Berasal dari Kecamatan Sragen,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto, Selasa (5/5/2020).

Ia mengatakan almarhumah masuk ke RSUD tanggal 27 April 2020. Sempat menjalani perawatan intensif di ruang isolasi RSUD Soehadi Prijonegoro, almarhumah mengembuskan nafas terakhirnya kemarin malam pukul 20.40 WIB.

Hargiyanto menguraikan nenek malang itu tidak memiliki riwayat perjalanan luar kota. Yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit jantung dan paru-paru.

Baca Juga :  Bertahun-Tahun Terima Gaji Buta, Joko PNS di Pemkab Sragen Akhirnya Gigit Jari. Gaji Sudah Dinolkan, Masih Harus Mendekam di Penjara 1,5 Tahun

Almarhumah dimakamkan secara protokol covid-19 oleh petugas RSUD Sragen dengan pakaian APD lengkap.

Nenek itu dimakamkan Selasa (5/5/2020) dinihari tadi mulai pukul 00.05 WIB sampai 00.15 WIB. Pemakaman dilakukan tertutup di makam Mojopahit, Dukuh Bonagung, Sine, Sragen.

Karena statusnya sudah PDP, maka pemakaman jenazah dilangsungkan tanpa jenazah disemayamkan di rumah duka.

Kematian nenek tersebut menjadi PDP kedelapan yang meninggal dan korban kesebelas dari keseluruhan kasus kematian teekait covid-19 di Sragen.

Dari data yang tercatat, sejauh ini ada satu pasien positif covid-19 asal Ngrampal yang meninggal dunia.

Kemudian delapan PDP, satu PP balita 9 bulan di Kedawung dan satu ODP asal Desa Jati Sumberlawang. Wardoyo