JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mengenal Sosok Yosef Benyamin Yembise, Mutiara dari Papua Yang Bersinar Emban Tugas di Kemenkumham (Bagian 2). Ternyata Sempat Berhenti Kuliah Karena Biaya, Begini Perjalanan Kehidupan dan Kariernya

Yosef Benyamin Yembise. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Yosef Benyamin Yembise. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tampuk pimpinan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Sragen segera berganti. Yosef Benyamin Yembise yang saat ini menjabat sebagai Kalapas akan segera menanggalkan jabatan untuk mengemban tugas barunya di Tarakan, Kalimantan Utara.

Kalapas fenomenal kelahiran Nabire, Papua itu menanggalkan jabatan usai bertugas memimpin Lapas Sragen selama satu tahun 10 bulan sejak akhir 2018 silam.

Pria yang memproklamirkan diri dengan nama jawa Suparman selama bertugas di Sragen itu, sempat menuliskan catatan kecil perjalanan hidup dan kariernya di penghujung tugasnya di Sragen.

“Yang jelas kami berterimakasih kepads Allah Yang Maha Kuasa. Sejak kecil tak pernah terbayang dalam benak kami akan dipakai Tuhan seperti ini. Nabire Papua saat itu (1970an) adalah sebuah kota baru yang tertinggal dibandingkan kota tua yang lain seperti Serui, Biak, Manokwari Jayapura dll. Dalam keluarga yang sederhana, kami 11 orang anak dibesarkan oleh kedua orang tua / Ayah dan Ibu yang hidupnya sederhana pula,” paparnya Kamis (11/6/2020).

Yosef mengisahkan berkat tempaan keras, doa dan bimbingan orangtuanya, akhirnya menjadi harapan mereka bahwa kelak ke-11 anaknya akan berhasil.

Termasuk dirinya yang menjadi anak ke-8 dari 11 saudaranya. Ia melanjutkan bahwa seiring waktu yang terus berputar, masa remajanya harus berpindah kota untuk mencari ilmu, tinggal bersama kakak demi meringankan beban orang tua.

Ia pun harus mengambil sebuah keputusan dengan segala konsekuensi yang harus dihadapi.

Namun, berbekal pembinaan kepribadian dan kemandirian yang telah ditanamkan oleh orang tua sejak kecil di kota Nabire itulah ia akhirnya bisa menuntut ilmu di Kota Jayapura, ibukota provinsi ujung timur negeri ini.

“Kehidupan kota Jayapura yang lebih maju dibandingkan Nabire, menuntut saya untuk harus beradaptasi demi masa depan yang lebih baik. Kalau sukses, dan hancur tidak sukses,” kenangnya.

Baca Juga :  Sopir Minibus Jurusan Sukodono-Sragen Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Sempat Dirawat di RS UNS Solo, Riwayat Penularan Masih Misteri

Ia lantas menceritakan kala itu, indahnya kota Jayapura bak Hongkong di waktu malam membentuknya juga harus mawas diri terhadap berbagai ancaman.

Kejahatan, pergaulan bebas, narkoba dan lain-lain adalah godaan yang selalu ia hindari.

“Setelah menempuh pendidikan di STM Negeri Jayapura tahun 1989, aku tak mampu melanjutkan kuliah karena ketidak mampuanku dan keluarga secara finansial. Kembalilah ke Nabire tempatku dibesarkan dan tinggal dengan ibu tanpa ayah yang telah almarhum,” tukasnya.

Aktor ganteng Bertrand Antolin saat menggendong putri Kalapas Sragen asal Papua, Yosef Benyamin Yembise (tengah) saat berkunjung ke Lapas Sragen Sabtu (17/11/2018). Foto/Wardoyo

Setelah hampir 2 tahun lebih tidak memiliki pekerjaan tetap, pada tahun 1992 sejarah baru kehidupannya pun tertorehkan.

Saat itu, ia berkesempatan mengikuti tes CPNS di Pemda Nabire dan Departemen Kehakiman yang pelaksanaannya di waktu yang hampir bersamaan.

“Dan berkat doa dan usaha akhirnya saya dinyatakan lulus di kedua Institusi Pemerintah tersebut. Saya diperhadapkan dengan dua pilihan yang nantinya akan menentukan karier dan masa depanku. Memilih bekerja di Pemda Kabupaten Nabire ataukan di Departemen Kehakiman RI ( saat ini Kementerian Hukum HAM RI) karena saya dinyatakan lulus test CPNS di kedua institusi itu,” ujarnya.

Walau kedua institusi tersebut sama baiknya, namun pilihannya akhirnya berlabuh di Departeman Kehakiman menjadi Petugas Pemasyarakatan. Ia kemudian ditempatkan di Lapas Kelas IIB Nabire (Tahun 1992).

Momen itulah awal pembentukannya sebagai Petugas Pemasyarakatan yang juga adalah Pengayom Masyarakat.

Di usia 24 tahun, tepatnya tahun 1994, ia menikah dengan seorang wanita Maluku Utara dan dikaruniai putra pertama pada tahun 1995.

“Di Tahun 2018, istri terkasih dipanggil Tuhan sebelum kami kemudian ditugaskan untuk pertama kali ke tanah Jawa di Kabupaten Sragen,” terangnya.

Meski sempat terpukul, Yosef berusaha tegar dan menatap tugas barunya di Sragen kala 2018. Menurutnya duka duka hadir dalam setiap langkah hidupnya untuk menjadikan motivasi bagi saya untuk terus bekerja dan melayani sesama lewat pengabdiannya sebagai seorang Petugas Pemasyarakatan.

Baca Juga :  Satu Polisi Asal Sragen Dilaporkan Positif Terpapar Covid-19. Bertugas di Kantor Samsat Karanganyar

“Inilah coretan riwayat hidupku diakhir tugas saya di Bumi Sukowati Kabupaten Sragen Jawa Tengah. Mohon maaf bila ada salah dan terimakasih atas segala dukungan dan kerjasama selama ini,” pungkasnya. (Wardoyo/Habis)

Perjalanan Karier Yosef Benyamin Yembise:

●Staf Pengamanan Lapas Kelas IIB Nabire (1992-1996)
●Mahasiswa Ijin belajar STIH (SekolahTinggi Ilmu Hukum) Manokwari dan bertugas sebagai Staf Pengamanan Lapas Kelas IIB Manokwari (1996-2001).
Di era ini aku dikaruniai 2 orang anak yaitu anak ke 2 permpuan (Tahun 1998) dan ke3 Putra (Tahun 2001)
●Staf Pengamanan dan selanjutnya menjabat Kepala Seksi Administrasi Kamtib Lapas Kelas IIB Nabire (2001-2007),
Di era ini kami dikaruniai anak ke4 laki-laki (Tahun 2003) dan seorang anak Perempuan yang kemudian dipanggil Tuhan.
●Tugas belajar kerjasama Kemenkumham RI dan Fakultas Hukum Universitas Hasanudin Makasar (2007-2009).
●Normalisasi Lapas Kelas IIA Abepura Jayapura sebagai Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/ Anak Didik (2008-2010)
●Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan Latihan Kerja Produksi & menjadi Anggota Tim Monitoring Evaluasi Divisi Pemasyarakatan Kanwil Hukum HAM Sulawesi Tengah (2010-2014)
Di Tahun 2012 kami dikaruniai seorang putri (anak ke-6) dan dilanda duka dengan kepergian Ibu (Orang Tua) kembali ke pangkuan Allah.
●Kepala Lembaga pemasyarakatan Kelas IIB Nabire Papua (2014-2017)
●Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Manokwari Papua Barat (2017-2018).
●Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sragen Jawa Tengah (2018- sekarang)
●Saat ini (SK Menteri Hukum HAM RI Tertanggal 20 Juni 2020) kami mendapatkan Jabatan baru sebagai Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Tarakan Kalimantan Utara.