JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Batang Terapkan Strategi Bidik Normal Jurus Cofit untuk Hadapi Pandemi Covid-19, Apa itu?

Bupati Batang, Wihaji. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

BATANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang kembali menggulirkan strategi ampuh menghadapi pandemic corona virus disease 2019 (covid-19).

Strategi tersebut, yakni Strategi Bidik Normal Jurus Cofit alias Strategi Bidang Pendidikan Nonformal Menuju Wirausaha Berorientasi Profit sukses menembus jajaran Top 99 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020.

Program inovatif besutan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Batang tersebut berfokus pada penyelenggaraan pelatihan sekaligus pendampingan bagi masyarakat.

“Strategi ini menjawab bagaimana persoalan di masyarakat berkenaan dengan kemandirian, yang selama ini menjadi masalah tidak hanya di Kabupaten Batang, tetapi juga di seluruh daerah, sehingga bisa mendapatkan manfaat dari program yang dilahirkan,” beber Bupati Batang, Wihaji, saat mempresentasikan inovasi tersebut secara daring dengan para tim penilai KIPP Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan-RB RI), di Ruang Abirawa Kantor Bupati Batang, pada Rabu (8/7/2020) lalu seperti dilansir situs jatengprov.go.id.

Baca Juga :  Gerakan Zero Covid-19 di Batang Terus Digencarkan, Angka Kesembuhan Pasien Terpapar Relatif Tinggi

Dijelaskan lebih lanjut oleh Wihaji, keunikan dari program tersebut adalah setiap pelatihan yang dilakukan oleh Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) wajib menghadirkan dua hal yaitu modal dan market yang jelas, serta bekerja sama dengan berbagai mitra salah satunya yaitu Google School Indonesia.

“Permasalahan di era sekarang, beberapa pelatihan yang bersifat formal tidak adanya tindak lanjut dan pendampingan. Di sinilah inovasi tentang jurus Cofit sebagai jawaban yang tidak hanya pelatihan, tetapi juga ada tindak lanjutnya,” beber Wihaji.

Baca Juga :  Tak Pakai Masker, Puluhan Warga Salatiga Diganjar Nyanyi Lagu Kebangsaan dan Push Up

Bupati menambahkan, salah satu contoh penerapan program tersebut adalah pelatihan pembuatan kompos berbahan baku daun kakao. Pupuk kompos buatan para peserta pelatihan tersebut telah sukses diekspor ke Jepang, dan Kuwait.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan-RB RI, Diah Natalisa menyampaikan, KIPP bertujuan mendorong instansi untuk berkompetisi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Penilaian KIPP terdiri dari latar belakang atau analisis masalah, keunikan, implementasi dan keunikan, dampak sebelum dan sesudah, keberlanjutan, dan potensi direplikasi oleh daerah lain,” tuturnya. Satria Utama