JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kabar Duka Karanganyar, Panitera PN Warga Perum Crisan Indah Meninggal Dunia Sempat Sesak Nafas. Anak dan Pembantunya Positif Terpapar Covid-19, Rumah Langsung Disemprot Desinfektan

Perumahan Panitera PN Karanganyar yang meninggal dunia dan anaknya positif terpapar covid-19. Foto/Beni

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang Panitera Pengadilan Negeri PN Karanganyar YSR (58) warga Perumahan Crisan Indah Rt 03/08 Desa Buran, Tasikmadu meninggal dunia Senin (5/10/2020).

Sementara anak almahum GGP (45) dan seorang pembantu almarhum MA (40) menjalani isolasi di RS UNS setelah dinyatakan positif terpapar covid 19.

Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM menyebutkan belum diketahui apakah almarhum meninggal terpapar covid-19 atau tidak.

Hanya saja, anak almarhum yang berinisial GGP dinyatakan positif covid setelah menjalani test swab di RS UNS Solo.

Ny Rauf, istri Ketua RT 3/8 Desa Buran mengatakan almarhum dirawat di RS PKU Muhammadiyah Solo hampir seminggu karena memiliki riwayat penyakit kanker .

Baca Juga :  Tambah 9 Warga Positif dan 7 Suspek, Jumlah Kasus Covid-19 Sragen Hari Ini Meroket Jadi 777. Pasien Sembuh 627 Orang, Jumlah Warga Meninggal Sudah 82 Orang 

Namun sebelum meninggal almarhum mengalami badan panas dan ada sesak napas.

Seiring dengan almarhum dirawat, sang anak GGP sempat berkonsultasi dengan warga akan lakukan test swab.

“Akhirnya pada saat itu GGP menjalani tes swab di RS UNS dan hasilnya positif covid-19 dan sejak itu almarhum menjalani isolasi di RS UNS sampai sekarang,” paparnya, Rabu (7/10/2020).

Ny Rauf menuturkan saat sudah dinyatakan positif covid-19 berdasar hasil tes swab, GGP sempat mengabari Ketua RT setempat bahwa akan menjalani isolasi di RS UNS. Sehingga yang masih dirumah tinggal istri dan anak GGP.

Baca Juga :  Pelaku Seni Karanganyar Rindukan Musik Keroncong dan Wayang Bisa Masuk Di Kurikulum Pendidikan Budaya Lokal. Begini Reaksi Maestro Keroncong Endah Laras

Setelah itu, pada Jumat (2/10/2020) lalu sebelum almarhum meninggal dunia, petugas dari Puskesmas Tasikmadu datang ke rumah almarhum untuk lakukan penyemprotan dan rapid test.

“Atas saran dari Puskesmas serta gejala sesak napas yang dialami GGP maka yang bersangkutan inisiatif melakukan test swab karena khawatir terhadap isu covid pada almarhum ibunya,” ungkapnya.

Sementara itu, seiring hasil test swab GGP ternyata si pembantu rumah tangga almarhum MA (40) juga menjalani tes swab dan hasilnya juga dikabarkan positif. Kini MA menjalani isolasi di RS UNS Solo sampai sekarang.
“Iya si pembantu rumah tangga juga positif,” lanjutnya. Beni Indra