JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Misteri Sosok Korban Bunuh Diri di Jembatan Sapen Sragen Sesaat Sebelum Kejadian. Keluarga Tangisan Terus Seolah Tak Percaya

Warga berkerumun di lokasi sepeda motor tak bertuan di Jembatan Sapen yang diduga pemiliknya bunuh diri. Foto/Istimewa
PPDB
PPDB
PPDB

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Misteri kasus dugaan bunuh diri di Jembatan Sapen di Dukuh Sapen, Desa Tanggan, Kecamatan Gesi, Jumat (4/12/2020) mulai menemui titik terang.

Pemilik motor tak bertuan dan diduga nyebur ke Sungai Bengawan Solo di atas Jembatan Sapen itu diketahui merupakan warga Desa Gabus, Ngrampal, Sragen.

Data yang dihimpun Joglosemarnews.com dari Kades Gabus, korban diketahui memiliki nama Mardiyanto. Menurutnya, di mata keluarga dan warga, yang bersangkutan diketahui sebagai sosok pendiam.

Berdasarkan keterangan kerabat, tidak ada insiden atau gelagat apapun sebelum kejadian. Indikasi persoalan atau cek cok di keluarga, juga sama sekali tak ada tanda.

“Usianya 40 tahun, asal Dukuh Gabus Wetan RT 05. Dia memang warga kami, berprofesi sebagai petani dan punya dua anak. Orangnya pendiam dan nggak ada tanda-tanda habis marahan atau cekcok. Dari keluarga menyampaikan nggak ada apa-apa sebelumnya,” papar Kades Gabus, Sumarwanto, kepada Joglosemarnews.com, Jumat (4/12/2020).

Kades menguraikan karena tiada pertanda apapun, keluarga pun kaget dan tak percaya. Bahkan setelah mendapat laporan ada sepeda motor korban tertinggal di jembatan, istri dan keluarga tak henti tangisan sejak tadi pagi.

Sumarwanto juga menyampaikan hingga kini, korban belum pulang ke rumah. Motor Honda Supra AS 3145 ARE yang tertinggal di atas jembatan merupakan motor korban.

“Tadi kami cek dari identitasnya memang warga kami,” terangnya.

Korban diketahui pergi sejak habis subuhan tadi pagi. Hingga kini keberadaannya masih dalam pencarian.

Terpisah, Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kapolsek Gesi, Iptu Teguh Purwoko menyampaikan hingga siang ini pukul 15.00 WIB, korban masih dalam pencarian.

Proses penyisiran dilakukan okeh tim gabungan relawan, Polri, BPBD, SAR dan lainnya di beberapa lokasi. Mulai dari tikungan Ngrejeng Klandungan, Jembatan Ganefo Tangen bahkan hingga perbatasan Mantingan Ngawi Jatim.

“Sampai detik ini belum ditemukan. Tim masih melakukan pencarian ke beberapa titik bahkan sampai perbatasan Ngawi Jatim,” paparnya dihubungi Joglosemarnews.com.

Sebelumnya, warga digegerkan dengan temuan sepeda motor tak bertuan di atas jembatan penghubung Kecamatan Sragen-Gesi-Tangen itu, Jumat (4/12/2020) pagi tadi.

Kabar yang berkembang, pemilik motor diduga bunuh diri terjun ke sungai Bengawan Solo di Jembatan Sapen.

Informasi yang dihimpun di lapangan, temuan sepeda motor tak bertuan itu diketahui pukul 05.30 WIB. Sepeda motor itu berjenis Honda Supra AD 3145 ARE warna merah hitam.

Sepeda motor itu ditemukan di atas jembatan. Di dekatnya ada sandal jepit yang diduga milik korban. Di dalam jok ditemukan STNK dan kartu identitas korban.

Korban diketahui berjenis kelamin laki-laki berusia kepala empat sampai lima. Namun tidak ada saksi mata yang persis melihat saat kejadian.

“Tadi saya melintas jam 06.30 WIB lokasi di jembatan sudah ramai. Ada sepeda motor di atasnya dan sudah dikerumuni orang. Kabarnya ada yang bunuh diri nyebur ke sungai lagi. Orangnya masih dicari,” papar Hartati, salah satu warga Gesi yang sempat melintas di lokasi kejadian, Jumat (4/12/2020). Wardoyo