JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dukung Perlintasan Siboto Dibuka Lagi, PT KAI Didesak Bongkar Semua Bangunan di Dekat Perlintasan. Ketua DPRD Sragen: Nyawa Lebih Mahal dari Nilai Rupiah!

Ketua DPRD Sragen, Suparno. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM
Ketua DPRD Sragen, Suparno mendukung keinginan Pemkab mengajukan permohonan pembukaan kembali akses pintu perlintasan Siboto di Kalijambe Sragen.

Hal itu mengingat keberadaan akses di situ juga sangat penting untuk kepentingan ekonomi, pendidikan dan mobilitas ratusan masyarakat di Siboto dan sekitarnya.

Jika ditutup total, warga sangat kesulitan karena harus memutar 4 sampai 5 kilometer melalui jalan lain.

Karenanya, Suparno berharap otoritas terkait segera membuka portal itu sembari menyiapkan petugas penjaga palang pintu yang bisa stand by 24 jam.

“Harus segera dibuka, kasihan warga karena itu akses utama. Tidak perlu bertele-tele. Segera siapkan petugas yang bisa disiagakan 24 jam, kalau harus 3 shift ya nggak apa-apa, nanti anggaran dicukupi,” paparnya.

Jika petugas resmi dari PT KAI tidak bisa, maka bisa memberdayakan petugas dari warga sekitar yang digaji. Sembari jalan, ia berharap setiap perlintasan yang penting, segera diberi peralatan seperti lampu suar dan sirine.

Baca Juga :  Hasil Olah TKP, Kapolsek Ungkap Perangkat Desa Kecik yang Tewas Kesetrum Jebakan Tikus Sempat Terpental. Begini Kronologis Lengkapnya!

Menurutnya penempatan petugas penjaga itu seyogianya segera dilakukan. Menurutnya hal itu dipandang sebagai solusi yang realistis dan bisa memberikan keamanan.

“Menurut saya dengan ada petugas yang siag 24 jam, bisa lebih aman. Kalau nggak bisa semua, ya mininal di titik perlintasan yang rawan dan sering terjadi kecelakaan dulu. Sambil dicarikan solusi terbaiknya. Intinya nyawa lebih mahal daripada nilai rupiah,” terang legislator PDIP itu.

Lebih lanjut, Suparno menyampaikan selain penempatan petugas, PT KAI juga harus segera melakukan penataan bangunan-bangunan warung dan kios yang berdiri di sekitar perlintasan.

Sebab keberadaan bangunan itu turut andil menutupi jarak pandang pengendara yang hendak menyeberang sehingga tak jarang memicu kecelakaan.

Baca Juga :  Asyik, Tes Rapid Antigen Covid-19 di Stasiun Turun Harga. Sekarang Cukup Bayar Rp85 Ribu, Tersedia di 43 Stasiun

“Harus ditertibkan dan dibongkar semua karena bangunan-bangunan itu yang jadi penghalang pandangan. Apalagi di Siboto itu karakternya kan tikungan,” tukasnya.

Tak hanya di Siboto, penertiban juga harus dilakukan pada bangunan di sepanjang perlintasan di Sragen Barat. Sebab keberadaan bangunan di tepi jalan dan mepet lintasan kereta itu juga memicu kemacetan lalu lintas.

“Sejak dulu jalur dari Kalijambe sampai Gemolong itu macet karena salah satunya bahu jalan sangat sempit akibat kanan kirinya ada bangunan-bangunan. Makanya kami minta karena itu jalur provinsi, Pemkab harus segera koordinasi ke provinsi dan PT KAI agar semua bangunan di dekat rel dan jalan itu ditertibkan,” pungkasnya. Wardoyo