JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

Dari 4.500 Pedagang Bakso dan Mie Ayam di Indonesia Ternyata Belum Ada 100 Anggota yang Mengantongi Sertifikat Halal, Langkah ini yang Kemudian Diambil

Bakso frozen hasil kreasi Yanto SBY. Dok. Papmiso
PPDB
PPDB
PPDB

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hingga saat ini baru segelintir pengusaha bakso dan mie ayam yang mengantongi sertifikasi halal. Mereka yang belum mengantongi sertifikat mesti terus didampingi dan diedukasi.

Menurut Ketua Paguyuban Pedagang Mie dan Bakso (Papmiso) Indonesia, Maryanto SBY (Soto Bakso Yanto) baru-baru ini mengungkapkan, pihaknya memiliki komitmen kuat membantu seluruh anggotanya mempunyai sertifikat halal. Mengingat adanya fakta bahwa sebagian besar anggotanya belum mempunyai sertifikat halal tersebut.

Dia mengungkapkan anggotanya saat ini anggotanya mencapai jumlah 4.500 orang lebih. Dari jumlah itu pengusaha atau pedagang bakso dan mie ayam yang memiliki sertifikat halal belum mencapai angka 100.

Padahal menurut dia, agar tidak kehilangan pasar pedagang kuliner khususnya mie bakso harus lolos uji sertifikasi halal.

Dengan adanya kenyataan masih banyaknya anggota Papmiso yang belum memiliki sertifikat halal, pihaknya kemudian bertekad hadir memberi edukasi sekaligus membantu dan mencarikan jalan agar para pedagang mempunyai sertifikat halal. Pendampingan dilakukan di semua tahapan yang dilalui untuk mendapatkan sertifikat halal, baik proses baru maupun perpanjangan.

Baca Juga :  Hadir Dengan Wajah Baru Di Hartono Mall, 3Second Siap Ekspansi Di Tengah Pandemi

“Terus terang animo mereka untuk mendapatkan sertifikat halal itu besar sekali,” kata Maryanto yang akrab dipanggil Pak Yanto SBY itu.

Pihaknya kini aktif berkomunikasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Selain itu bersama beberapa tokoh pedagang sukses mie bakso asal Wonogiri membentuk koperasi. Dimana kebutuhan dasar anggota disiapkan koperasi yang bekerjasama dengan Bulog dan Kementan.

Menurut dia, anggota Papmiso sudah menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Lebih membanggakan hampir 90 persen anggotanya merupakan pedagang yang berasal dari Kabupaten Wonogiri.

Sebenarnya Papmiso sudah berdiri sejak 2005. Namun pada saat itu para pedagang belum bisa mandiri mengurusi paguyuban, masih tergantung pada orang lain atau pemangku kepentingan.

Hingga sejak tiga tahun lalu Papmiso mulai bergerak profesional dan dikelola sendiri oleh para padagang mie ayam dan bakso.

Baca Juga :  KPU Wonogiri Launching Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Alias JDIH, Optimalkan Sosialisasi Berbasis TI yang Terintegrasi dengan KPU RI

Papmiso Indonesia mempunyai izin resmi, sehingga sudah legal. Bahkan telah memiliki koperasi besar berpusat di Bekasi. Kepengurusannya mulai dari pusat hingga daerah. Keanggotaannya ada di Medan, Maksar, Palembang dan kota besar lainnya di Indonesia. Anggota paling banyak berjualan di wilayah Jabodetabek.

“Prinsip kami tidak pilih-pilih. Pedagang yang masih dorong gerobak, berkeliling, berjualan di tenda, hingga punya warung sendiri tetap diterima,” kata Maryanto.

Maryanto sendiri merupakan warga Kecamatan Girimarto, Wonogiri yang berdagang bakso di Bekasi, Jawa Barat. Di sana dia mempunyai empat pangkalan atau warung bakso.

“Papmiso sudah punya pasar online yang bisa didownload anggota Papmiso. Pembayaran melalui e-money. Pesanan melalui online diteruskan ke software koperasi. Jadi kami juga tidak buta teknologi,” beber dia.

Maryanto mengatakan, para pedagang mi ayam dan bakso asal Wonogiri selalu berkomitmen dan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Aris