JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

3 Hari Rumah Tertutup, Saat Didobrak Penghuninya Sudah Jadi Mayat Terlentang di Ranjang. Keluarga Menolak Dilakukan Otopsi

Kondisi korban saat ditemukan meninggal di ranjang. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga di Dukuh Karangturi, Desa Banaran, Kalijambe, Sragen digegerkan dengan penemuan mayat warga setempat, Senin (21/6/2021) siang.

Korban diketahui bernama Agus Nugroho AMD (57) warga Dukuh Karangturi RT 3a, Desa Banaran, Kalijambe, Sragen.

Pria paruh baya itu ditemukan tak bernyawa di kamar rumahnya. Korban ditemukan oleh warga yang curiga tiga hari terakhir tak keluar rumah.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , duda yang tinggal sebatang kara itu ditemukan tewas sekitar pukul 14.30 WIB.

Penemuan mayat Agus bermula ketika tetangganya curiga korban sudah tiga hari tak kelihatan. Sementara kondisi rumahnya tertutup.

Salah seorang warga, Harun dan Rochmadi kemudian berinisiatif mengecek rumah korban. Karena semua terkunci, warga terpaksa mendobrak pintu rumah.

Baca Juga :  Penuh Haru, Pemakaman Jenazah Rini Ibu Muda Asal Sragen yang Bertaruh Nyawa Lawan Jahatnya Covid-19 Diiringi Hujan Air Mata. Ibunya Sampai Histeris dan Pingsan, Banyak Warga Ikut Menangis

Saat dibuka, mereka kaget mendapati korban sudah tidak bernyawa tergeletak di kamarnya. Tak lama berselang, tim Polsek dan Inafis serta Puskesmas tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP dan identifikasi.

Saat ditemukan, kondisi korban terlentang di tempat tidurnya dalam kondisi bercelana pendek. Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi melalui Kasubag Humas AKP Suwarso mengatakan dari hasil pemeriksaan tim medis yang dipimpin oleh dr. Dwi Cahyani tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

Korban diduga meninggal dunia akibat penyakitnya. Keluarga korban juga sudah membuat surat pernyataan menerima bahwa kejadian tersebut dan menolak untuk dilakukan autopsi.

“Karena keluarga sudah menerima, jenazah korban akhirnya diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan. Sebelumnya jenazah dilakukan swab tes di RSUD Sragen dan apabila hasilnya positif agar dilakukan pemakaman secara protokol kesehatan, bersama dengan keluarga korban,” terangnya. Wardoyo