JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Baik, 400 Guru Honorer Sragen yang Lulus PG Tapi Belum Dapat Formasi Bakal Diusulkan Pengangkatan Tahun Ini!

“Kami mendorong yang nggak dapat formasi ya harus dapat. Segera ini harus diselesaikan, kasihan mereka sudah lulus tapi karena formasinya dibatasi atau sekolahnya tidak membuka formasi, sehingga mereka belum bisa diangkat,” terangnya.

Perihal mekanisme penataan atau penempatan, nantinya banyak solusi yang bisa dilakukan oleh dinas atau Pemkab.

Agustina menyebut mereka yang sebelumnya dari sekolah swasta, bisa ditugaskan mengajar di sekolah-sekolah swasta.

Sementara yang sebelumnya dari sekolah negeri, diharapkan tetap mengajar di sekolah negeri tempat mereka sebelumnya mengabdi.

“Itu yang namanya solutif. Misalnya lagi, kemarin yang daftar 5 guru dan lulus PG. Yang dibutuhkan 3 ya yang 2 ditugaskan di sekolah swasta. Ini juga solutif. Sebenarnya banyak solusi kok, tinggal mau enggaknya Pemkab atau pemerintah pusat menyelesaikan. Lha wong duit ada, kewenangan ada. Tinggal masing-masing ini ada niat enggak menyelesaikan,” tandasnya.

400 Guru Honorer Terkatung-Katung

Sementara di Sragen, dari seleksi tahap I dan II PPK menyisakan sekitar 400an tenaga honorer yang sudah lulus PG.

Baca Juga :  Puncak Panen Durian Desa Gempolan, Kerjo, Karanganyar Jatuh Bulan Februari, Bisa Pilih Dan Makan Sepuasnya

Namun mereka belum bisa lolos lantaran formasi yang disediakan terisi oleh ranking yang lebih tinggi.

Ratusan honorer lulus PG tapi tak dapat formasi yang tergabung dalam GTKHNK 35+ Sragen saat berkumpul mendengarkan penjelasan hasil audiensi dengan DPRD soal tuntutan optimalisasi dan diangkat PPPK di DPRD Sragen, Senin (3/1/2022). Foto/Wardoyo

Masih mereka hingga kini terkatung-katung karena tidak mendapat formasi sehingga belum bisa diangkat seperti rekan mereka yang lolos tahap 1 dan 2.

Sekretaris FGTKHNK 35+ Sragen, Bangun Supriyono menyampaikan tuntutan guru yang lulus PG hanya minta segera diakomodir dan diusulkan ke pusat agar mendapat formasi dan SK pengangkatan.

Dari data, jumlah guru honorer yang lolos PG dan belum dapat formasi tercatat sebanyak 193 untuk guru SD. Sementara untuk SMP dan SMA/K, jumlahnya hampir sama.

Sehingga total saat ini di Sragen ada sekitar 400an guru honorer lolos PG tapi belum dapat formasi.

Menurutnya saat ini posisi mereka akan semakin terancam dengan kebijakan afirmasi bagi guru swasta berserdik (sertifikasi pendidikan) yang memiliki modal 500 dan merajai saat seleksi tahap kedua.

Baca Juga :  Diguyur Hujan Selama 5 Jam Jalur Tanon Mondokan Sragen Banjir Parah

“Kami berharap dinas bisa mengupayakan kami untuk diajukan agar mendapat optimalisasi dan menambah formasi sehingga kami bisa terakomodir lolos PPPK. Seperti yang pernah disampaikan Pak Menteri Nadiem bahwa yang lolos-lolos PG belum dapat formasi bisa diakomodir lewat optimalisasi asal daerah mengajukan. Karena sebenarnya kita lolos PG dan memenuhi syarat tapi tidak dapat formasi,” paparnya.

Wakil Ketua II, Suyono memohon agar dinas menginstruksikan sekolah tidak memberhentikan para honorer lolos PG tapi tidak dapat formasi tersebut.

Sebaliknya, mereka tetap diberikan tempat dan tidak digeser ke sekolah lain yang dikhawatirkan bisa berdampak pada dapodik.

“Karena kami ini mayoritas sudah mengabdi di atas 10 tahun. Ada yang lebih dari 20 tahun,” tandasnya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com