JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geruduk DPRD, Puluhan Warga Kios Renteng Nglangon Sragen Tuntut Ganti Rugi. “Kehormatan dan Tanah Akan Dibela Mati-Matian!”

Para warga dan pemilik kios renteng di Pasar Nglangon Sragen saat menyampaikan aspirasi dan tuntutan ganti rugi dalam audiensi di DPRD, Rabu (6/7/2022). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Puluhan pedagang pemilik kios renteng di Pasar Nglangon, Sragen menggeruduk DPRD setempat, Rabu (6/7/2022).

Mereka menuntut kejelasan nasib dan proses relokasi menyusul pembangunan pasar terpadu pengganti Pasar Nglangon dan Joko Tingkir yang saat ini sudah dimulai.

Sekitar 76 pedagang itu merasa dirugikan dan menuntut adanya ganti rugi atas aset tanah, rumah dan kios yang rencananya bakal direlokasi semua ke pasar terpadu.

Tuntutan disampaikan saat beraudiensi dengan perwakilan Pemkab dan pimpinan DPRD di ruang serbaguna DPRD, Rabu (6/7/2022).

“Kami selaku warga Kios Renteng Nglangon membutuhkan keadilan. Jika akan direlokasi objek bangunan, kami menuntut untuk diberikan tempat senilai dengan tempat yang kami tempati saat ini. Kami warga juga terdampak mengenai proyek pengadaan pasar terpadu proyek yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan,” papar salah satu warga Kios Renteng Nglangon, Heroe Setiyanto.

Baca Juga :  Matangkan Kemampuan Organisasi, 50 Pengurus OSIS SMP IT AZ Zahra Sragen Digembleng LDKS di Ndayu Park. Ini Rangkaian Kegiatannya!

Heroe mengungkapkan tuntutan itu disampaikan lantaran warga sudah hampir 30an menempati tanah dan kios di Nglangon.

Dari riwayat awal tidak ada yang mengelola, kemudian diberikan oleh lurah untuk ditinggali warga sekaligus menjadi lahan pencaharian warga. Sehingga jika harus dibongkar dan direlokasi tanpa ganti rugi maka akan sangat merugikan warga.

“Kios yang kami tempati ini untuk mencari nafkah anak beranak demi menyambung hidup kami. Ibarat pepatah Sedumuk Bathuk Senyali Bumi Di Tohi Pati. Artinya masalah yang paling prinsip dalam kehidupan orang Jawa, kehormatan dan tanah yang akan dibela mati-matian,” tandasnya.

Baca Juga :  Lahan Masuk Zona Industri, Pemkab Sragen Dukung Pendirian Pabrik Sepatu Korea di Tanon. Sekda Sebut Multiplier Effect

Tujuan Penataan Kota

Menanggapi tuntutan pedagang, Sekda Sragen Tatag Prabawanto menyampaikan pembangunan pasar terpadu di Nglangon adalah visi misi kepala daerah dan program pemerintah yang harus dijalankan agar Sragen menjadi kota yang tertata baik.

Pihaknya juga memahami jika proyek pasar itu akan mengahdirkan bayangan dampak dan kekhawatiran akan masa depan ketika sudah di pasar baru.

PLH Bupati Sragen, Tatag Prabawanto. Foto/Wardoyo
Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com