JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Dibongkar, Ternyata Ini Penyebab Pertalite Lebih Boros dan Pertamax Lebih Irit. Simak Penjelasan Lengkap Pakar!

Ilustrasi petugas SPBU Tunjungan Sragen melayani pembeli. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Belakangan masyarakat dihebohkan dengan testimoni BBM jenis Pertalite subsidi yang mendadak terasa boros.

Beberapa warga pun mengunggah kesaksian BBM Pertalite menjadi lebih boros semenjak harganya meningkat dari Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter.

Seoranh pengamat otomotif dan akademikus dari Institut Teknologi Bandung, Yannes Martinus Pasaribu, menyampaikan tanggapan terkait isu Pertamax disebut-sebut lebih irit ketimbang Pertalite.

Menurutnya, hal itu tak lepas dari kandungan oktan dalam jenis bahan bakar minyak (BBM).

Semakin tinggi kompresi mesin, maka menuntut bahan bakar dengan oktan yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Larwasda 2022, Bupati Sragen Wajibkan Satu Instansi Satu Inovasi Setiap Tahun

“Pada mesin ini, bahan bakar oktan tinggi akan meningkatkan performa dan penghematan BBM,” ujar Yannes dilansir Tempo.co, Minggu (25/9/2022).

Secara struktur, Pertalite merupakan BBM RON 90. Research octane number atau oktan 90 memiliki standar internasional kimiawi yang seragam di seluruh dunia.

Sementara itu, RON merupakan ikatan kimia pada fluida bahan bakar yang menentukan tingkatan kekuatan BBM menerima kompresi di dalam mesin motor bakar.

Yannes menjelaskan pengguna kendaraan harus menggunakan BBM sesuai dengan peringkat oktan yang disyaratkan pabriknya.

Penggunaan BBM dengan oktan yang lebih rendah dapat menyebabkan kinerja mesin menjadi buruk dan dapat merusak mesin.

Baca Juga :  Sempat Syok, Keluarga Masih Berharap Aipda Joko Mudo Bisa Ditemukan dengan Selamat!

“Di samping secara instan akan membuat kendaraan kita bahkan jauh lebih boros. Karena, BBM-nya belum sampai ke bagian atas pistonnya, sebelum terpercik api dari busi, sudah terbakar sebelum waktunya. Akibat lainnya, mesin akan cepat mengalami over heating,” jelasnya.

Ia melanjutkan, Pertamax dengan oktan yang lebih tinggi ideal untuk mesin-mesin kendaraan modern yang berkompresi antara 9:1 sampai 11:1.

Sebab, ini akan mengoptimalkan efisiensi BBM-nya dan kinerja mesinnya. Makin tinggi kompresi ruang bakar, makin sempurna pembakaran yang dihasilkan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com