loading...

Atlet gantole meluncur dari puncak bukit Joglo, Wonogiri. JSNews/Aris Arianto

WONOGIRI-Permasalahan sampah di Wonogiri saat ini tidak lagi sekedar volumenya yang terus membengkak, maupun perlunya kepedulian masyarakat untuk mengelolanya.

Problem sampah di Wonogiri juga menyasar ke ranah pariwisata. Tempat wisata dipastikan bakal kehilangan pendapatan dari kunjungan wisatawan ketika sampah tidak dikelola dengan baik.

“Sebagus apapun manajemen suatu destinasi wisata, tapi jika persoalan sampah tidak diperhatikan. Maka sama saja bunuh diri. Lambat laun akan ditinggalkan pengunjung,” ujar Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sendang Pinilih Desa Sendang Kecamatan Wonogiri selalu pengelola obyek wisata Watu Cenik serta landasan pacu gantole Puncak Joglo, Sukamto, Kamis (7/6/2018).

Berangkat dari pemikiran tersebut, BUMDes Sendang Pinilih kemudian membentuk kelompok sadar wisata. Terdiri atas anggota 30 orang, dari pengurus BUNDes, ibu PKK, dan masyarakat.

“Tugas pokoknya penanganan terkait sampah,” jelas dia.

Kelompok sadar wisata mengelola dan mengolah sampah di sekitar tempat wisata. Selain itu secara kontinyu memberikan pengertian kepada pengunjung dan warga untuk selalu memperhatikan sampah. Misalnya dengan menambah tempat sampah fungsional, memasang papan peringatan peduli sampah. Aris Arianto

Loading...