loading...
Tribunnews

JOGJA – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta saat ini tengah melakukan kajian untuk mencari pengganti becak motor. Namun demikian, sebagian pengemudi becak motor menolak rencana itu, dan meminta Polisi tidak menangkapi mereka saat beroperasi.

Dalam pengkajian itu, Pemkot Kota Jogja menggandeng peneliti dari Universitas Ahmad Dahlan.

“Ada dua kajian yang dilakukan lakukan, pertama soal becak yang jogjani dan becak listrik. Bidang Litbang yang melakukan kajian, tahun ini,”kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Yogyakarta, Edy Muhammad, Minggu (8/7/2018).

Baca Juga :  Tersedotnya Air di Kali Kuning ke Dalam Lubang, Ternyata Bukan Fenomena Alam, Tapi ini Penyebabnya

Dia menjelaskan, kajian yang dilakukan ini tujuannya untuk mencari solusi supaya nantinya becak yang ada digunakan, termasuk becak listrik tidak menyalahi aturan.

Menanggapi hal itu, Ketua Paguyuban Becak Motor Yogyakarta, Parmin menolak rencana pemerintah yang akan menerapkan becak listrik. Menurutnya becak listrik memiliki banyak kekurangan.

“Remnya masih karet, itu membahayakan orang banyak. Kan mesinnya sambungan itu. Bannya juga kecil, kalau bawa penumpang dua atau tiga pas nikung berbahaya,” kata Parmin.

Baca Juga :  Satnarkoba Polresta Yogyakarta Berhasil Amankan 1.083 Batang Pohon Ganja dari Pinggir Waduk Jatiluhur, Purwakarta
Loading...

Selain itu, suku cadang pun jadi kendala. Belum ada bengkel yang menjual suku cadang. Bengkel pun belum tentu bisa memperbaiki.

“Suku cadangnya gimana? Susah dapatnya, bengkelnya juga. Belum lagi kalau mengisi daya, mau dimana? Makanya kami menolak,” lanjutnya.

Sebelum ada becak dari Dishub, Parmin meminta kepolisian untuk tidak menangkap becak motor. Ia pun meminta becak motor diizinkan melewati Kawasan Tertib Lalulintas (KTL) maupun jalan protokol.

“Ya janganlah ditangkap dulu, kalau memang melanggar lalulintas nggak apa-apa. Kalau tidak melanggar ya jangan ditangkap. Sebelum kami ketemu gubernur jangan ditangkapi dulu,” pungkasnya.

Baca Juga :  Sempat Heboh, Lubang Misterius Sedot Air Kali Kuning Sleman Sampai Kering

www.tribunnews.com


Loading...