loading...
Salah satu petani di Nglorog, Sragen saat membeli bahan bakar di SPBU Pilangsari, Sragen, di tengah jeritan kelangkaan solar, Jumat (17/8/2018). Foto/Wardoyo

SRAGEN- Ribuan petani di Sragen menjerit mengeluhkan kondisi bahan bakar solar yang mendadak langka dan sulit didapat dalam sepekan terakhir. Mereka pun khawatir jika kondisi kelangkaan tak jua teratasi, maka bisa mengancam kelangsungan tanaman padi dan berpotensi gagal panen.

Keluhan sulitnya mendapat solar itu terjadi hampir merata di berbagai kecamatan di Sragen. Kalau pun ada di SPBU, petani hanya diperbolehkan membeli dengan batasan jumlah yang dikurangi jauh dari biasanya.

“Sudah empat hari ini sulit beli solar. Hanya di Pom yang ada, tapi belinya cuma Rp 50.000. Hanya cukup untuk setengah hari menghidupkan mesin disel penyedot air. Padahal padi saat ini sedang buah dan lagi butuh banyak air.Kalau begini terus, air kurang, dampaknya bisa puso Mas, ” ujar Mbah Yo (60) petani asal Nglorog, Sragen yang ditemui saat membeli di SPBU Pilangsari, Jumat (17/8/2018).

Baca Juga :  Bidan Korban Teror, Kepala Puskesmas dan Kepala DKK Sragen Dipanggil Polisi. Polres Sebut Masih Selidiki Pelaku Teror Yang Tebar WA Ancaman Pembalasan

Keluhan serupa dialami di berbagai wilayah Sambungmacan, Gondang, Sambirejo dan lainnya. Sudarno (45) petani di Sambungmacan juga menuturkan sulitnya mencari solar di empat hari terakhir. Membeli di SPBU juga sudah mulai dibatasi hanya satu jeriken saja.

“Susah Mas kalau begini. Sudah mulai dilarang beli ke Pom. Kalaupun boleh beli satu jeriken saja itu juga harus pakai surat dari dinas dan kecamatan. Padahal ini tiap hari harus nyedot terus agar bisa panen,” tukasnya.

Wakil Ketua DPRD Sragen, Bambang Widjo Purwanto saat menggelar sidak kelangkaan solar di SPBU Pilangsari, Jumat (17/8/2018). Foto/Wardoyo

Keluhan petani juga banyak diterima pimpinan DPRD Sragen. Salah satunya Wakil Ketua DPRD, Bambang Widjo Purwanto.

Iaemgatakan banyak petani menjerit dan mengadukan kalau disetop membeli solar dari SPBU. Ada yang dilayani namun mulai dibatasi pembeliannya.

“Kita kasihan petani padahal saat ini sedang butuh banyak air karena padi sedang memasuki berbuah. Kalau tidak diselamatkan dengan banyak nyedot air, bisa gagal panen semua,” terangnya.

Baca Juga :  Usai Jemput Pasien Positif Covid-19, Petugas Medis di Sragen Malah Diberondong Teror dan Ancaman. Bikin Para Petugas Resah dan Ketakutan

Menurutnya, keluhan itu datang dari banyak wilayah. Mulai dari Sambungmacan, Gondang, Sambirejo, Karangmalang, Ngrampal, dan beberapa wilayah yang banyak tertanami padi.

Atas kondisi itu, legislator asal Gondang yang juga sebagai pelaku pertanian itu tergerak menggelar inspeksi dan penelusuran ke beberapa SPBU di Sragen. Diantaranya di SPBU SI Sragen, Sambungmacan, dan Pilangsari.

“Dari keterangan beberapa pengelola SPBU yang kita temui tadi, kelangkaan terjadi karena pasokan dari Pertamina dikurangi. Ini kan sudah nggak benar, momennya nggak pas. Kasihan petani menjerit karena nggak bisa nyedot air akibat solar kurang dan nggak ada,” tukasnya.

Ia menyebut ada ribuan petani di berbagai kecamatan dan areal padi yang menjerit serta terancam gagal panen jika kondisi kelangkaan tak juga diatasi. Wardoyo