loading...
Loading...
Sosialisasi pendidikan gratis di Desa Miri Kecamatan Kismantoro

WONOGIRI-Puluhan anak lulusan SD di Kecamatan Kismantoro tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Penyebabnya sejumlah faktor seperti kondisi ekonomi orang tuanya.

Fakta tersebut mengemuka ketika digelar sosialisasi pendidikan gratis bersama Bupati Wonogiri di Balai Desa Miri, Kecamatan Kismantoro, Selasa (18/9/2018).

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Anggota DPRD Dangi Darmanto, Camat Kismantoro Joko Purwidyatmo, Danramil Kismantoro yang diwakilkan kepada Serma Hadi Prayitno, Kapolsek Kismantoro Iptu Bambang, Kades dan Lurah se-Kec Kismantoro, Kepsek SMK, SMP, SD se-Kec Kismantoro, dan wali murid yang anaknya tidak melanjutkan sekolah.

Baca Juga :  Simak, Ini Juarai Kejurprov VI Persinas ASAD VI di Wonogiri

Camat Kismantoro menjelaskan, bahwa di Kecamatan Kismantoro saat ini masih ada 29 anak lulusan SD yang tidak bisa melanjutkan sekolah. Ada sejumlah faktor pemicunya antara lain faktor ekonomi orang tua.

Baca Juga :  Catat, Ini Ketua DPRD Wonogiri yang Baru Plus Para Wakilnya

“Juga dipengaruhi faktor kemauan anak, motivasi orang tua, serta kondisi geografis dimana rumah jauh dari lokasi sekolah,” kata dia.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo menyampaikan terkait panca program Bupati tentang pendidikan gratis. Menanggapi laporan camat, dari 29 anak yang tidak melanjutkan sekolah ke SMP diminta pada Rabu (19/9/2018 harus didaftarkan ke sekolah SMP.

Baca Juga :  Ingat, 25 September 2019 Pilkades Serentak di Wonogiri, Ada 186 Desa dengan 462 Cakades

“Semua biaya pendidikan mulai dari administrasi, perlengkapan dan uang makan di tanggung oleh Pemkab Wonogiri. Orang tua wajib memotivasi anaknya supaya semangat bersekolah,” tandas Bupati. Aris Arianto

Loading...