loading...
Loading...
Edi Pramono saat memberikan materi. Foto/Wardoyo

SRAGEN- Dalam rangka percepatan program pencegahan & penanggulangan Tubercolusis dan HIV Kabupaten Sragen, SSR TB – HIV Care Aisyiyah Sragen kembali menggela Training Capacity Building of CSO, Advocacy Skill & Fundraising, Media. Agenda tersebut diselenggarakanJumat – Minggu, 14-16 September 2018, di Sragen.

Kegiatan ini diikuti oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sragen, Aisyiyah, KPA, kader perwakilan CSO yang ada di Sragen. Dalam kesempatan kali ini, Founder Kesmas-ID, berkesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai pengelolaan media website maupun media sosial.

Lalu bagaimana cara mengelola website sosial media suatu komunitas, bagaimana cara berinteraksi dengan pembaca, serta bagaimana cara mengukur efektifitas media yang kita kelola, dijelaskan secara cermat.

Peserta pun diajak untuk praktek secara langsung cara sederhana bagaimana membuat postingan di facebook dan instagram yang tertarget. Sehingga kegiatan update status di media sosial bukan hanya menjadi rutinitas semata, melainkan edukasi, promosi kesehatan yang memang dari awal betul-betul sudah direncanakan.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat Landa Gemolong Sragen. Tebu Siap Panen Milik 3 Petani Hangus Dilalap Si Jago Merah 

“Materi pengelolaan media merupakan hal baru bagi saya. Yang menarik adalah menjabarkan suatu foto dimana bukan sekedar foto, tapi foto tersebut harus memberikan infomasi 5W 1H. Harapan saya sebagai pengelola program setelah mendapatkan materi tersebut, dapat mengaplikasikan di KPA. Dan harapan saya KPA kedepannya membuat Fanpage atau IG untuk memberikan informasi lewat media sosial seperti yang disampaikan Kang Niwa”, ujar Candra, peserta training perwakilan dari KPA Sragen.

Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Suyatmi, Ketua SSR Aisyyah Kabupaten Sragen. Menurutnya informasi yang disampaikan semakin membuat cakrawala dalam penģgunaan medsos yang selama ini terkadang sekedar untuk fun menjadi semakin lebih berbobot, utamanya dalam pnggunaan IG atupun FB.

Baca Juga :  Cegah Kemacetan Mudik, 9 Titik di Jalur Sragen Bakal Terkoneksi Dengan Pusat Monitoring CCTV di Polres Sragen

“Saya akan mengoptimalkan penggunaan medsos untuk mempublikasikan segala informasi utamanya yang terkait dengan program SSR Aisyiyah yang diberi amanah untuk membantu pemerintah menanggulangi & mengurangi angka kesakitan & kematian yang disebabkan oleh Penyakit TBC utamanya di Sragen,” tambah Suyatmi.

Sementara, Edi Pramono selaku Koordinator Program Aisyiyah TB HIV care mengungkapkan training digelar untuk membuka mata bahwa kewajiban mempublikasikan kebaikan termasuk kesehatan adalah kewajiban bersama. Ia meminta jangan sampai berita hoax & kebencian mendominasi dalam halaman berita.

“Kami berharap baik dari Dinas Kesehatan maupun NGO di Kabupaten Sragen sadar betul tentang bagaimana media akan memberikan pengaruh positif terhadap perubahan perilaku masyarakat mengarah pada perilaku hidup sehat,” terangnya.

Baca Juga :  Fakta Miris, Bayi Yang Ditemukan di Gemolong Sragen Ternyata Dibuang Karena Punya Kelainan. Peminat Adopsi Pun Mundur Teratur 

Ia juga berharap temuan akan kasus TB semakin mudah ditemukan melalui sosialisasi baik lewat kader TB HIV Aisyiyah care maupun lewat media. Lewat kemajuan teknologi informasi, informasi mengenai TB tidak terbatas waktu dan ruang, pihaknya bisa memetakan kasus lewat pelacakan yang bersumber dari postingan media. Wardoyo

Loading...