Ratna Sarumpaet Ditangkap Polisi di Bandara Soekarno-Hatta. Disebut Hendak ke Chile Melalui Turki

 

Aktivis Ratna Sarumpaet memberikan klarifikasi terkait pemberitaan penganiayaan terhadap dirinya di kediamannya, kawasan Bukit Duri, Jakarta, Rabu, 3 Oktober 2018. Ia mengaku membuat berita penganiayaan itu hanya untuk membohongi anaknya. Foto: tempo.co

JAKARTA- Aktivis Ratna Sarumpaet dilaporkan ditangkap Polda Metro di Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, malam ini, Kamis 4 Oktober 2018. Aktivis yang sempat membuat heboh dengan kebohongan penganiayaannya itu disebut hendak terbang ke Chile.

Sebelumnya kepolisian sudah menyatakan mencekal Ratna untuk bepergian ke luar negeri.

Kabar penangkapan ini dibenarkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono.

“Ya, silahkan ke Krimum. Statusnya sudah ditetapkan tersangka. Dia hendak berencana ke Chile lewat Turki ,” kata Argo Kamis malam, 4 Oktober 2018.

Argo merujuk ke Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang melakukan penangkapan itu. Tapi dia tak merinci alasan penangkapan. Selain juga membenarkan Ratna Sarumpaet masih tertahan di bandara menunggu kedatangan penyidik.

Ratna kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya. Hingga malam ini, masih dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya Ratna Sarumpaet membuat heboh pemberitaan media massa di tanah air dan buah bibir masyarakat luas. Dia mengaku telah menciptakan berita bohong alias hoax terkait penganiayaan yang dialaminya di Bandung, Jawa Barat, pada 21 September 2018.

Padahal kabar penganiayaan itu telah disiarkan luas oleh rekan yang juga sejumlah tokoh politik serta kerabat. Di antaranya adalah pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Snadiaga Uno.

Pengakuan diberikan Ratna Sarumpaet pada Kamis 3 Oktober 2018, tak lama setelah Polda Metro Jaya membeberkan sejumlah kejanggalan dari kabar penganiayaan tersebut. Belakangan diketahui kalau wajah lebam Ratna Sarumpaet karena yang bersangkutan menjalani bedah estetika di rumah sakit khusus operasi plastik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Wardoyo