JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Cerita Vanessa Angel di Pilkades Tak Berlogika, Ini Tanggapan Kuasa Hukum

Vanessa Angel berpose di depan mobil mewahnya Porsche Boxster. Sumber: instagram @vanessaangelofficial
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Vanessa Angel berpose di depan mobil mewahnya Porsche Boxster. Sumber: instagram @vanessaangelofficial

JAKARTA – Cerita tentang Vanessa Angel yang dimanfaatkan dalam persaingan pemilihan kepala desa (Pilkades) di suatu desa di Bogor mendapat tanggapan dari kuasa Hukum Vanessa Angel, Milano Lubis.

Milano Lubis menilai cerita tentang perempuan yang diduga Vanessa datang membawa pesan kepada satu calon kepala desa di wilayah Kabupaten Bogor agar yang bersangkutan mundur itu tak masuk logika.

Dia mempertanyakan alasan kandidat kepala desa tersebut tidak membuat laporan kalau benar disuap oleh lawan politiknya. “Jangan mengangkat isu buat kepentingan politik menjatuhkan lawan politik,” kata Milano, saat dihubungi Selasa (12/2/2019).

Milano juga menegaskan tak pernah tahu cerita tersebut dari Vanessa. Lebih jauh dia memperingatkan agar sumber cerita berhati-hati dalam berbicara dan harus memiliki bukti. “Kami sendiri enggak tahu ada cerita seperti itu,” ujarnya lagi.

Baca Juga :  Remaja 19 Tahun Tewas dengan Sejumlah Luka Bacokan

Sebelumnya, ST (38) seorang calon kepala desa di pelosok Kabupaten Bogor yang berbatasan dengan Kabupaten Tangerang mengaku pernah menolak dikencani perempuan diduga Vanessa Angel. Itu bisa terjadi karena persaingan dalam pilkades yang sedang dijalaninya itu.

Menurutnya, Vanessa Angel dikirim pesaing kepadanya. Tubuh Vanesa datang bersama amplop coklat yang diyakini berisi uang Rp 500 juta. Nilai uang itu pernah disampaikan lisan oleh si pesaing agar dia bersedia mundur dari Pilkades yang rencananya digelar November mendatang.

Artis Vanessa Angel (dua dari kiri) membacakan pernyataan setelah keluar dari ruang pemeriksaan Subirektorat Siber Polda Jawa Timur, 6 Januari 2019 setelah diperiksa sejak Sabtu kemarin. Vanessa menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat usai diperiksa penyidik. TEMPO/Kukuh SW

Baca Juga :  Terima Pengaduan Mahasiswa Unnes, Komnas HAM Minta Nadiem Kaji Ulang UKT Saat Covid-19

“Dia bilang, ‘Pak ST saya disuruh ketemu Bapak, silakan Bapak mau pilih hotel mana saja’, sambil menyodorkan amplop coklat itu,” kata ST menirukan ucapan perempuan yang disebutnya sebagai Vanessa Angel tersebut.

Mantan pengurus Partai Gerindra di Jakarta Utara ini mengaku menepis tawaran itu. Beralasan memiliki agenda lain, ST mengaku langsung pamit meninggalkan kafe. “Tapi saya kan tidak tahu Vanessa Angel dibayar berapa sama yang nyuruh temui saya,” katanya.