JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sosialisasi Lewat Wayang Kulit di Kalijambe Sragen, Kominfo RI Ingatkan  Warga Wilayah Rawan Senantiasa Waspada Ancaman Bencana

Direktur IKP Kementerian Kominfo RI, Wiryanta saat memberikan sambutan dalam acara pagelaran wayang kulit dalam rangka sosialisasi dan edukasi kebencanaan di Lapangan Jetis Karangpung, Kalijambe, Sragen, Jumat (22/2/2019) malam. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Direktur IKP Kementerian Kominfo RI, Wiryanta saat memberikan sambutan dalam acara pagelaran wayang kulit dalam rangka sosialisasi dan edukasi kebencanaan di Lapangan Jetis Karangpung, Kalijambe, Sragen, Jumat (22/2/2019) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI mengajak masyarakat di wilayah rawan bencana untuk senantiasa waspada terhadap ancaman bencana. Hal itu terungkap dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi kebencanaan yang digelar Bidang IKP Kominfo RI di Lapangan Desa Jetis Karangpung, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Jumat (22/2/2019) malam.

Sosialisasi digelar melalui pentas wayang kulit dengan dalang Ki Warseno Slenk. Hadir dalam acara tersebut, Direktur IKP Kominfo RI, Wiryanta, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Sekda Sragen Tatag Prabawanto, jajaran Muspika dan ratusan warga.

Dalam sambutannya, Direktur IKP Kementerian Kominfo, Wiryanta mengatakan  Sosialisasi dan Edukasi Kebencanaan itu digelar sebagai bagian tugas Kominfo dalam memberikan informasi, penerangan kepada masyarakat terkait kebijakan-kebijakan pemerintah termasuk mitigasi kebencanaan.

Menurutnya, sosialisasi kebencanaan menjadi penting lantaran Indonesia berada di daerah cincin api atau ring of fire yang rawan dengan bencana.

Baca Juga :  Dandim Sragen Resmi Diganti. Kenalkan Ini Nama Dandim Yang Baru Letkol Inf Anggoro Heri!

“Indonesia itu di bagian ring of fire. Bencana itu bisa terjadi di mana-mana dan tidak ada jadwalnya. Pesan dari Pak Presiden RI, PakJokowi tegas bahwa lakukan edukasi kebencanaan ini. Sebab kalau terjadi bencana, korban harta benda dan jiwa jauh lebih mahal daripada kita lakukan pencegahan atau edukasi,” paparnya.

Wiryanta. Foto/Wardoyo

Wiryanta menguraikan Presiden juga menyampaian dalam berbagai kesempatan bahwa edukasi kebencanaan bisa dimasukkan dalam kurikulum pendidikan sejak dini. Hal itu dimaksudkan agar siswa dan generasi muda bisa dikenalkan dengan antisipasi kebencanaan sejak dini.

“Ini juga wujud bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat. Dalam hal kebencanaan pun negara juga hadir. Kemudian di program JKN, jumlah kepesertaan sudah mencapai 217 juta atau lebih dari 80 persen,” tegasnya.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Sragen Makin Meroket, Bupati Prihatin Masyarakat Malah Tenang-tenang Saja. "Dulu Reaksinya Luar Biasa, Sekarang Tambah 5, 7 Kasus Bahkan Meninggal, Tidak Ada yang Obah!,”

Sementara, pemilihan media wayang kulit dimaksudkan untuk nguri-uri budaya Jawa sekaligus menyesuaikan kultur di masyarakat sehingga materi lebih mudah tersampaikan.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengapresiasi agenda sosialisasi kebencanaan dari Kominfo itu. Ia menyampaikan Sragen juga masuk daerah rawan bencana.

Selain longsor dan banjir, ada pula bencana kekeringan ada di 7 kecamatan di utara bengawan. Kemudian ada juga potensi bencana angin puting beliung di beberapa wilayah kecamatan.

“Bencana paling dominan di Sragen ada di Sambirejo yaitu longsor. Lalu di Tanon dan 12 kecamatan di sepanjang sungai rawan banjir. Makanya kami minta warga senantiasa siaga karena kita tinggal di daerah yang rawan bencana,” tandasnya. Wardoyo