JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Naik Pitam, Bupati Wonogiri Joko Sutopo Semprot GM PT RUM. Gara-gara Tak Bisa Beri Kepastian Soal Permasalahan Bau Limbah

Joglosemarnews/Aris Arianto Bupati Wonogiri, Joko Sutopo.
Bupati Wonogiri, Joko Sutopo. Joglosemarnews/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemkab Wonogiri kembali memfasilitasi pertemuan antara warga terdmapak bau limbah PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo dengan pihak perusahaan, Jumat (22/11/2019). Dalam forum yang digelar di Ruang Kahyangan komplek Setda Wonogiri itu, Bupati Joko Sutopo sempat naik pitam.

Gara-garanya, General Manager (GM) PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo Haryo Ngadiyono tidak bisa memberikan jawaban pasti soal solusi maupun langkah riil yang diambil perusahaan. Padahal keberadaan Haryo yang merupakan perwakilan perusahaan semestinya bisa memberikan kepastian di hadapan perwakilan masyarakat terdampak bau limbah.

Awalnya, forum dimulai dan dipimpin Asisten Setda Bambang Haryadi. Saat itu Bupati masih menghadiri kegiatan lainnya.

Saat forum dimulai suasana sudah panas. Warga hanya menginginkan satu kepastian, yakni bau limbah pabrik bisa dihilangkan. Warga tidak menuntut kompensasi apapun. Namun jawaban yang diberikan Haryo dianggap berbelit-belit dan sama sekali tidak bisa memuaskan warga. Perwakilan warga menuding PT RUM tidak serius menangani permasalahan itu.

Saat forum di tengah jalan, Bupati  Joko Sutopo hadir sambil membawa durian. Buah beraroma kuat itu dijadikan gambaran penalaran atas penderitaan yang dialami masyarakat Wonogiri, yakni tersiksa dengan bau limbah yang menyengat.

Kembali Haryo yang diminta memberikan kepastian, tidak bisa  berbuat banyak dengan alasan kewenangannya terbatas. Bupati lantas naik pitam dan sempat menghardik Haryo yang kala itu tengah memainkan ponsel.

Bupati Joko Sutopo langsung meminta Haryo menelepon pimpinannya untuk hadir dalam audiensi itu secepatnya. Bupati juga sempat berbicara melalui ponsel Haryo dan meminta keseriusan PT RUM, dengan bukti kedatangan Pramono sebagai pimpinan Haryo hari itu juga di Wonogiri.

“Berarti anda itu tidak serius menangani permasalahan ini,” tegas Bupati.

Sementara Haryo menjelaskan, sudah melakukan perbaikan pada bak penguapan gas dan wet scruber dan  melakukan penurunan proses produksi. Dimana hal itu mengurangi penguapan gas H2S hasil produksi,” ungkap.

Haryo juga memaparkan terkait regulasi ambang batas emisi. Dengan data yang disajikan, dia meyakini jika baku mutu emisi masih di bawah ambang batas. Selain itu, ia menjelaskan apa saja yang saat ini dilakukan seperti adanya proses perbaikan pipa dan pembuatan tambahan bak penampungan gas. Aria

Baca Juga :  Kisah Inspiratif Pelda Widodo Babinsa di Tirtomoyo Wonogiri yang Sukses Berbisnis Bebek Petelur, Jadi Bekal Masuki Masa Pensiun, 2 Anaknya Ikuti Jejak Jadi Anggota TNI