JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Bupati Wonogiri Joko Sutopo Marah Besar Kepada Pengelola Toserba Lantaran Tidak Taat Pada 5 Hal. Dianggap Hanya Kejar Keuntungan Tanpa Pedulikan Keselamatan Konsumen

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kembali Bupati Wonogiri Joko Sutopo marah besar ketika menemui hal yang keterlaluan dan sangat merugikan masyarakat. Kali ini kemarahan ditujukan kepada pengelola salah satu toko serba ada (Toserba) di Kota Wonogiri, Rabu (25/3/2020).

Hal itu terjadi ketika Bupati dan rombongan tengah memasifkan upaya mencegah penyebaran virus corona. Rombongan menyidak salah satu toserba di dekat Pasar Kota Wonogiri.

Saat itulah diketahui pengelola toserba tidak mengikuti aturan pemerintah mengenai protokol pencegahan corona. Di antaranya tidak menerapkan social distancing dan tidak menyediakan hand sanitizer.

Baca Juga :  Update Corona Wonogiri, Warga Eromoko Meninggal Terkonfirmasi Positif COVID-19, Berprofesi ABK Transmisi Klaster Perjalanan Surabaya

Pengelola dianggap hanya mengejar keuntungan, dengan tanpa peduli keselamatan konsumen.

“Alasannya apa?rugi takut rugi?,” tegas Bupati.

Pria yang akrab disapa Jekek itu meminta pengelola tidak hanya mengejar profit oriented tapi juga mengedepankan social oriented. Izjn kepada pengelola toko swalayan diberikan oleh pemerintah dimaksudkan juga sebagai tanggungjawab pengelola untuk mentaati dan mendukung semua program pemerintah. Sekaligus harus memperhatikan dan menjamin keselamatan serta keamanan pembeli / pengunjung

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri, Bambang Haryanto menyebutkan ada sejumlah ketidaktaatan dari pengelola toserba, meliputi :

1. Tidak menyiapkan handsanitizer dan atau peralatan cuci tangan di setiap pintu masuk maupun beberapa tempat strategis diruangan pertokoan berikut petugas pendamping yang mengarahkan sekaligus memberikan pemahaman
2. Tidak memberikan ruangan yang cukup untuk lokasi antrian pembeli karena dipenuhi oleh pajangan barang dagangan
3. Tidak dibuatkan tanda jarak antrian dalam rangka penerapan Social Distancing di lokasi kasir
4. Tidak adanya petugas pengatur di lokasi antrian sehingga terlihat tidak tertib para pembeli
5. Tidak dibuatkannya spanduk/banner dan sejenisnya yang memberikan sosialisasi pentingnya membangun kesadaran kolektif untuk bersama mengantisipasi penyebaran Covid 19. Aria