JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Warga Seisi Kampung di Lereng Lawu Karanganyar Mendadak Kompak Matikan Listrik dan Beralih Nyalakan Lampu Thinthir 

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas

MKARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ada tradisi unik yang digelar di Dusun Demping, Desa Anggrasmanis, Kecamatan Jenawi, Karanganyar. Di kampung ini warga masih memegang teguh tradisi thintir alias lampu teplok.

Sebagai wujud kepedulian terhadap tradisi itu, mereka menggelar menggelar pentas seni budaya dengan tajuk Kampung Thintir.

Satu dusun itu kompak mematikan lampu listrik dan menghidupkan kembali thinthir di rumah mereka. Tak pelat  di sepanjang jalan desa di kaki bukit Gunung Lawu tersebut, kemarin malam.

Baca Juga :  Selamat dari Pembacokan, Wakapolres Karanganyar dan Satu Warga Solo Diganjar Penghargaan dari Kapolda Jateng. Total Ada 34 Personel dan 2 Warga Terima Penghargaan

Mereka juga melakukan kirab sepanjang jalan desa dengan menggunakan reog yang diikuti oleh warga.

Informasi yang dihimpun di lapangan, sejak pukul 18.00 WIB kampung thihir sudah menyalakan obor atau lampu thinthir sepanjang jalan.

Selanjutnya, mereka bersama-sama melakukan kirab jalan kaki sepanjang jalan desa dengan diawali tari Reyog. Sepanjang jalan, para pengunjung disuguhi dolanan bocah. Yakni sekelompok anak di depan rumah bermain-main tempo dulu, seperti jamuran.

Baca Juga :  Hujan Badai Landa Puncak Lawu, Evakuasi Jasad Pendaki yang Tewas Sempat Terkendala. Evakuasi Sudah Berlangsung Hampir 4 Jam

Selain itu, banyak aneka makanan yang dijual  warga seperti sego jagung, klepon, jajan pasar dan lain sebagainya.

“Sangat bagus. Ini untuk nguri-uri tradisi. Meski di zaman modernisasi, warga tetap menjaga tradisi yang ada,” ujar Andi, salah satu warga kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (14/11/2019). Wardoyo