JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geregetan Kasus Satpam Galak di RSUD Sragen, Bupati Minta Dirut Wajib Beri Pembinaan! 

Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo
Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Mencuatnya kasus aduan soal perilaku dua oknum Satpam RSUD Sragen yang dinilai berlebihan, berkata kasar hingga menggeledah tas pengunjung, menuai reaksi dari Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati.

Bupati menyayangkan kasus itu. Ia pun meminta jika memang benar terbukti, Dirut RSUD harus melakukan pembinaan terhadap oknum Satpam tersebut.

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Bupati Yuni mengatakan tugas pemerintah adalah melayani masyarakat dengan baik.

Menurutnya, sebagai bagian dari pemerintah, rumah sakit umum daerah (RSUD) juga harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Rumah sakit juga sama. Yang dilayani adalah warga Sragen. Kalau melaksanakan sesuatu sesuai regulasi dan aturan yang berlaku (kartu tunggu)  lakukan secara santun dan bijak,” paparnya, Jumat (6/12/2019).

Baca Juga :  Larwasda 2022, Bupati Sragen Wajibkan Satu Instansi Satu Inovasi Setiap Tahun

Ia berharap jika aduan warga itu benar, maka harus dilakukan tindakan terhadap oknum Satpam tersebut. Menurut bupati, tindakan seorang Satpam yang sampai menggeledah dan melakukan dengan kasar, hal itu sudah tidak bisa dibenarkan.

“Dirut wajib melakukan pembinaan. Yang dilayani itu adalah masyarakat dan kita ditugaskan untuk melayani, ya harus dengan cara yang santun dan baik,” tukasnya.

Senada, anggota Komisi IV DPRD Sragen, Faturrahman juga mendesak Direktur RSUD Sragen untuk segera bertindak menyikapi kasus itu.

“Paling tidak ditanyakan dan dipanggil Satpamnya. Apalagi penunggu pasien juga sudah menghadap. Jangan dibiarkan,” paparnya Kamis (5/12/2019).

Baca Juga :  Datang Pingin Sehat, Sutarmi Warga Sragen Malah Dapat Tiket Umroh Gratis dari Bupati

Legislator asal PKB itu menguraikan perlu ditanyakan pula apakah kapasitas satpam itu sudah mendapat pendidikan atau pelatihan soal etika atau belum dan bagaimana menghadapi masyarakat.

Tidak hanya ke Satpam, ia meminta RSUD mengevaluasi kinerja seluruh bagian lain baik perawat maupun dokter dan petugas lainnya.

Sebab tidak menutup kemungkinan, kinerja tak profesional juga ditunjukkan oleh pegawai atau petugas di lini layanan lainnya.

“Mungkin masyarakat wanine lapor cuma Satpam. Barangkali ada perawat atau dokter yang juga berperilaku sama. Makanya harus dilakukan evaluasi menyeluruh,” tukasnya.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com