JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bikin Trenyuh, Korban-Korban Penipuan Mustakim Nusantara Sakti Motor Sragen Mulai Terguncang Rumah Tangganya, Mogok Makan Hingga Berhenti Kerja. Sejumlah Pengacara Siap Bantu, Kapolres Diminta Segera Bertindak!

Puluhan korban penipuan berkedok promo yang dijalankan sales supervisor Dealer Nusantara Sakti Motor Sragen saat berkumpul melakukan pendataan di Taman Krido Anggo Sragen, Rabu (12/2/2020). Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

Puluhan korban penipuan berkedok promo yang dijalankan sales supervisor Dealer Nusantara Sakti Motor Sragen saat berkumpul melakukan pendataan di Taman Krido Anggo Sragen, Rabu (12/2/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus penipuan berkedok promo akal-akalan yang menimpa ratusan konsumen dealer Nusantara Sakti Motor Sragen, mulai berdampak buruk terhadap para korban.

Sejumlah korban yang sudah menyetor puluhan juta kepada terlapor, Mustakim, kini dilaporkan mulai terguncang baik psikisnya maupun kehidupannya.

Penderitaan mereka yang sudah membayar lunas motor puluhan juta kepada terlapor, namun tidak diakui oleh dealer itu dicurahkan kepada koordinator para korban, Jadi, beberapa hari terakhir.

“Saya sampai mbrebes Mas. Beberapa hari, banyak teman-teman korban yang datang mengadu. Mereka sangat menderita dampak kasus ini. Saya berhari-hari kedatangan tamu dari para korban. Ada yang keluarganya jadi berantakan, ada yang 2 hari nggak mau makan, nggak bisa tidur. Bahkan ada yang sudah berhenti dan mutung kerja,” papar Jadi kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (17/2/2020).

Baca Juga :  Sempat Terguling Hebat, Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Sragen Tewaskan Ketua DPC Gerindra dan Wakil Ketua DPRD Pekalongan. Mobil Awalnya Gasak Pembatas Lalu..

Tak hanya itu, yang paling ekstrim, bahkan beberapa korban sampai siap untuk berjuang mendapatkan keadilan meski dipenjara.

“Yang paling berbahaya, ada yang siap dipenjara daripada hidup begini. Saya nggak tega melihat seperti itu dan saya jadi mbrebes Mas,” tutur pria yang berprofesi sebagai pengajar SMP asal Bendo, Sukodono itu.

Lebih lanjut, Jadi menyampaikan dirinya cukup memahami kondisi psikologis para korban. Sebab mayoritas dari ratusan korban, sudah membayar lunas motor yang dibeli lewat terlapor Mustakim.

Akan tetapi ternyata pembelian cash itu dialihkan menjadi kredit dan kemudian sebagian besar menyisakan angsuran yang masih banyak. Ia menyebut ada sekirar 240 unit motor yang dikeluarkan lewat Mustakim melalui program promo abal-abal itu.

Kemudian masih ada korban-korban yang juga ditipu lewat modus investasi oleh Mustakim dengan menyetor modal Rp 50 juta hingga Rp 300 juta. Sehingga kerugian diperkirakan lebih dari Rp 2 miliar.

Baca Juga :  Remaja Asal Tangen Sragen Jadi Korban Kekejaman Amukan Grandong. Dipukuli Bertubi-Tubi, Kepala Dikepruk Pakai Herbel Hingga Bocor

Jadi sendiri juga tertipu ketika satu motornya yang dibeli dari Mustakim juga masih menyisakan tagihan jutaan padahal sudah ia bayar lunas.

Jadi menambahkan terkait masalah ini, sejumlah pengacara sudah menyampaikan niatnya untuk membantu mendampingi dan mengawal perjuangan para korban mendapatkan haknya.

“Sudah ada ada beberapa pengacara yang nawari bantuan dan tidak narik dana dari korban. Semoga ini menjadi atensi bagi Polres untuk segera gerak cepat agar penderitaan masyarakat tak semakin bertambah,” tandasnya.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Harno mewakili Kapolres mengatakan saat ini tim masih melakukan penyelidikan terkait kasus itu.

“Masih berjalan dan ditangani. Untuk posisi terlapor, juga masih terus kami cari,” tegasnya dikonfirmasi Senin (17/2/2020). Wardoyo