JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bicara Virus Corona, Mantan Bupati Sragen Ini Sebut Orang Positif Corona Kadang Bisa Terlihat Sehat. Dekan UMM Malang Ingatkan Jangan Merasa Dekat dengan Tuhan Lalu Abai!

Mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono. Foto/Wardoyo

loading...
Mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Mantan Bupati Sragen, Untung Wiyono dan Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), David Hermawan sama-sama mengingatkan masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap virus corona atau covid-19.

Sebab corona virus punya karakteristik yang sangat fleksibel dan memiliki daya penyebaran sangat cepat. Hal itu mereka sampaikan di sela memantau kegiatan penyemprotan desinfektan wilayah Sragen Kota menggunakan drone atau pesawat tanpa awak buatan milik UMM, Sabtu (28/3/2020).

Mantan Bupati Untung berpesan upaya keras Pemkab memaksimalkan pencegahan covid-19, hendaknya juga diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk disiplin menerapkan social distancing.

“Kita harus disiplin, nggak boleh takut tapi juga nggak boleh menganggap enteng corona virus ini. Karena virus ini tidak kelihatan. Ini salah satu di antara kalian (wartawan) ada yang sakit atau kena pun, nggak tahu kita,” paparnya.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Meroket Lagi, 2 Warga Sragen Ditemukan Positif Covid-19 Hari Ini. Satu Orang Dari Kecamatan Tanon, Satunya dari Gemolong, Total Sudah 34 Kasus Positif

Untung yang kini kembali menekuni dunia pengusaha di Jakarta itu, menggambarkan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi pun baru ketahuan positif setelah 13 hari kemudian.

Sebelumnya, yang bersangkutan juga merasa sehat dan beraktivitas seperti biasa tanpa menunjukkan gejala terinfeksi corona.

“Artinya, orang yang kelihatannya sehat pun bisa jadi carrier (pembawa) virus. Karena kadang ada yang positif tanpa disertai gejala-gejala. Ini yang harus diwaspadai,” terangnya.

Menurutnya, salah satu cara menekan penyebaran corona yang efektif selain pola hidup bersih, juga menjaga jarak atau social distancing.

Baca Juga :  Sempat Melawan dan Berkelahi dengan Korban, Pemuda Bertato Pencuri Motor di Plupuh Sragen Sebelum Dimassa Puluhan Warga. Kapolsek Sebut Satu Temannya Masih Diburu!

“Sekarang mau tes juga mahal. Rapid test untuk corona itu bukan lagi mahal tapi langka. Kuncinya harus kerjasama yang baik. Kena atau tidak, sakit atau tidak sebaiknya jaga jarak dan mestinya pakai masker,” terangnya.

Dekan Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), David Hermawan mengatakan masyarakat Sragen mestinya berbahagia memiliki Forkompida yang peduli terhadap situasi.

Menurutnya, kepedulian pemerintah itu seyogianya harus direspon juga oleh masyarakat.

“Caranya gimana? Caranya disiplin dan social distancing harus dilakukan. Jangan merasa dirinya paling dekat dengan tuhan sehingga mengabaikan fatwa MUI dan anjuran pemerintah. Bahkan di Jawa Timur, Kapolda sudah mengeluarkan maklumat semua tidak boleh ada yang bergerombol,” tandasnya. Wardoyo