JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Meski Sudah Jadi Anggota TNI, Ternyata Semua Prajurit Tetap Harus Jalani Tes Berat Setiap 6 Bulan Sekali. Begini Rangkaian Tesnya!

Prajurit TNI Kodim Sragen saat mengikuti tes kesegaran jasmani. Foto/Wardoyo

loading...
Prajurit TNI Kodim Sragen saat mengikuti tes kesegaran jasmani. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Dalam rangka meningkatkan kesegaran jasmani dan kemampuan fisik untuk mendukung kelancaran tugas pokok, para prajurit Kodim 0725/Sragen menjalani tes kesegaran.

Mereka Kesegaran Jasmani Periodik I tahun 2020 itu digelar Rabu (11/3/2020) di lapangan Budianto Yonif Raider 408/Suhbrastha.

Sebelum kegiatan Garjas, diawali dengan pengecekan personil dilanjutkan pemeriksaan tahap awal kesehatan untuk mengukur tensi dan denyut nadi.

Tes kesehatan dilakukan oleh Klinik Pratama Kartika Dim 0725/Sragen. Para prajurit juga menjalani prosedur lainnya sesuai petunjuk pelaksanaan kesamaptaan jasmani yang di keluarkan oleh TNI-AD.

Baca Juga :  Sragen Siap Terapkan New Normal Mulai 10 Juni. Semua Sektor Ekonomi, Perkantoran dan Pendidikan Segera Dibuka Dengan Beberapa Pengetatan Berikut!

Pelaksanaan test Kesegaran diawasi oleh tim Jasrem Sertu Sarjito. Pelaksanaan Samapta meliputi test kesegaran “A” yaitu lari 12 menit dan test kesegaran “B” yaitu pull up, sit up, push up dan shuttle run,lunges serta renang militer dasar dengan jarak 50 meter.

Untuk pelaksanaan kegiatan test samapta periodik I tahun 2020, dilaksanakan selama dua hari yang terbagi dalam dua gelombang dari tanggal 09 – 10 Maret 2020.

Baca Juga :  289 Warga di Kecamatan Sambirejo Sragen Dirapid Test Covid-19, Hasilnya Satu Orang Dinyatakan Positif. Camat Hingga Kades Juga Ikut Dirapid

Menurut Ketua Tim Garjas yang juga Pasiops Kodim Sragen, Kapten Inf Wariyo, melalui tes samapta periodik ini, diharapkan dapat mengukur dan mengetahui kemampuan jasmani prajurit setiap enam bulan sekali.

“Karena mereka dihadapkan dengan tantangan tugas yang semakin kompleks. Sehingga prajurit dituntut profesional dan memiliki fisik yang tetap prima, oleh karena itu dibutuhkan pembinaan fisik secara rutin,” ujarnya. Wardoyo