JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Buntut Pasien Positif Berbohong di Grobogan Bawa Petaka Satu Dusun. Kepala DKK Jateng Minta Warga Jujur ke Petugas Medis, Ungkap Ada 363 Warga Berstatus OTG

KEpala DKK Jateng. Foto/Humas Jateng
KEpala DKK Jateng. Foto/Humas Jateng

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Warga diminta jujur menyampaikan kondisi kesehatan, saat memeriksakan diri ke petugas medis.

Imbauan ini disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah, mengingat sejumlah kasus penyebaran Covid-19 berawal dari penyampaian diagnosa kesehatan yang tidak jujur.

Seperti yang terjadi di Grobogan. Puluhan tenaga medis dan karyawan RSUD dr R Sodjati Purwodadi terpaksa diliburkan dan dites, karena khawatir tertular Covid-19 dari seorang yang diduga terinfeksi.

Hal itu terjadi lantaran, yang bersangkutan tidak membeberken dengan jujur riwayat perjalanan dan gejala medis yang dialaminya.

“Di dunia medis kita sebut anamnesa. Pasien membeberkan dengan jelas riwayat dan gejala penyakit yang dialami. Kalau tidak jujur ya dokter tidak bisa mendiagnosis penyakit dan tindakan yang harus dilakukan dengan tepat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo, Selasa (14/4/2020) petang.

Baca Juga :  Panti Asuhan Ar-Rahman Berawal dari Bismillah dan Alhamdulilah

Terkait hal tersebut, ia mengungkapkan ada sejumlah tenaga medis yang kini melakukan isolasi diri mandiri. Adapula, yang kini sedang ditangani secara intensif.

Mereka adalah yang terinfeksi virus Corona. Karenanya, Yulianto meminta warga jujur tentang kondisi kesehatan saat memeriksakan diri.

“Untuk itu, saya minta agar masyarakat sampaikan informasi sesuai dan gejala yang dialami dan dirasakan,” ujarnya.

Yulianto juga meminta warga yang memiliki riwayat perjalanan atau kontak dengan penderita Covid-19, segera memeriksakan diri. Sebab, paparan virus ini kadang tak menimbulkan gejala atau disebut Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Sampai saat ini (Selasa, 14/4/2020) OTG di Jateng tercatat 363 orang. Karena tanpa gejala yang bersangkutan tak menyadari. Ia yang pernah kontak dengan penderita, atau datang dari wilayah terdampak seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali, silakan dengan sukarela memeriksakan diri,” paparnya.

Baca Juga :  Objek Wisata Watu Amben Berpotensi untuk Pengembangan Wisata Edukasi, Diyakini sebagai Cikal Bakal Desa Waru

Terakhir, Yulianto meminta warganya menjaga kebersihan dan pola hidup sehat. Sebab, ada kasus penularan Covid-19 yang menimpa orang yang jarang bertemu siapapun.

“Kami curiga transmisi (Covid-19) muncul tidak dari manusia ke manusia, tetapi juga melalui media seperti perabotan uang, barang, dan lain-lain. Kami imbau warga berhati-hati, tetap jaga jarak dengan melakukan physical distancing. Jangan-jangan kita positif. Laksanakan sosial distancing. Cuci tangan pakai sabun jaga kesehatan makan sehat dan olahraga,” pungkas Yulianto. Edward