JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tiga Keanehan Hari-Hari Terakhir Edo, Pemuda Asal Tanon Sragen Jelang Bunuh Diri Nyemplung Sumur Tua di Bonagung. Dari Mendadak Linglung Hingga Bingung Minta Diobati!

Kades Gabugan, Loso Sunarto. Foto/Wardoyo
Kades Gabugan, Loso Sunarto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM -Aksi bunuh diri pemuda berusia 25 tahun asal Gabugan, Tanon yang mendadak lari kemudian menceburkan diri ke dalam sumur tua di Desa Bonagung, Tanon, menyisakan cerita lain.

Korban yang diketahui bernama Edo Rian Romadhan (25) asal Dukuh Demangan RT 18, Desa Gabugan, Tanon
itu ternyata sempat menunjukkan keganjilan.

Dari kesaksian warga, rekan dan punggawa desa, sempat ada beberapa keanehan yang ditunjukkan oleh pemuda malang itu.

Yang pertama, korban terlihat seperti dalam masalah besar sejak pulang dari Jakarta dua pekan lalu.

Kedua, menurut cerita tetangga, sekitar tiga hari terakhir menjelang kejadian, korban juga terlihat seperti orang linglung.

“Sudah hampir tiga hari, almarhum seperti kelihatan linglung. Sering bengok sendiri. Bahkan kemarin sempat nekat keluar tanpa pakai baju sama sekali. Sempat ndatangi Pak Lurah Sepuh juga, minta ditambani (diobati)” ujar Kades Gabugan, Loso Sunarto ketika ditemui di rumah duka, tadi malam.

Hanya saja, ia tidak menyampaikan persoalan apa yang mendera Edo hingga membuat pemuda malang itu dirundung depresi berat.

Loso hanya mengungkap korban sebagai pemuda yang baik. Selama ini di kalangan warga, juga dikenal bergaul dan bersosialisasi dengan baik.

Ia juga membenarkan siang sebelum kejadian, korban masih sempat salat Jumat bersama warga di masjid setempat.

Baca Juga :  Puluhan Prajurit Kodim Sragen Mendadak Kembali Mulai Berlatih Menembak. Ada Agenda Apa?

“Lalu sekitar jam 15.00 WIB ketahuan pergi dan dikejar sama bapak ibunya. Sampai di sumur Bonagung dan kejadian itu (masuk sumur),” tuturnya.

Faris Ferdinan (18) salah satu teman korban satu kampung melihat korban sebagai pemuda yang baik. Selama ini korban juga terlihat biasa dan juga sering bergaul dengan pemuda lain.

“Nggak nyangka Mas. Tadi siang masih salat Jumat di Masjid. Selama ini ngobrol dan kumpul juga nggak ada gimana-gimana. Korban biasa dan kemarin juga masih sering guyonan. Biasa aja Mas, nggak kayak ada masalah,” katanya ditemui di rumah duka, Jumat (3/4/2020) malam.

Keanehan ketiga diungkap Kades Bonagung, Suwarno. Menurut informasi yang ia terima, korban sempat mengalami depresi berat sejak tiga hari terakhir.

Sejak tiga hari lalu, orangtua merasakan ada gelagat aneh pada putranya itu. Suwarno memastikan korban yang masih lajang itu, tak punya riwayat epilepsi atau penyakit lainnya.

“Nggak ada penyakit ayan, jadi murni itu karena depresi,” urainya.

Suwarno menambahkan lokasi sumur itu berada Dukuh Candi RT 11, Desa Bonagung, Tanon, Sragen. Sumur itu memang termasuk sumur tua namun selama ini masih digunakan oleh satu warga.

Baca Juga :  Geregetan Aksi Viral Sepasang ABG Nekat Mesum dan Bercumbu Siang Bolong di Alun-alun Sragen, Satpol PP Bakal Perbanyak Patroli. Berdua-duaan Mencurigakan, Langsung Dibubarkan!

Kedalaman sumur diperkirakan 24 meter dengan ketinggian air saat kejadian antara 1 sampai 2 meter. Ia mengaku sempat ketar-ketir saat mendengar informasi ada yang masuk sumur.

“Saya tadi kaget dan ketar-ketir kalau yang masuk sumur itu warga kami. Ternyata warga desa yang sampai ke sini. Sebenarnya tadi orang tuanya mau mau menolong tapi sudah nggak sempat. Lebih cepetan anaknya itu loncat masuk sumur,” terangnya.

Jenazah pemuda malang itu berhasil diangkat sekitar pukul 18.30 WIB. Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari PMI, PSC, BPBD, Polsek, TNI Polri dan relawan lainnya.

Setelah berjuang hampir satu setengah jam, jenazah korban berhasil ditarik ke atas dalam kondisi sudah meninggal.

Kapolsek Tanon, AKP Heru Budiharto memastikan tidak ada tanda kekerasan maupun penganiayaan di tubuh korban. Korban dipastikan nekat bunuh diri akibat depresi berat.

“Ceritanya tadi jam 15.00 WIB korban pergi dan dicari sama orangtuanya. Lalu masuk ke sumur di Bonagung itu. Dari hasil pemeriksaan tim Inafis dan tim media tidak ada tanda kekerasan maupun penganiayaan. Korban murni meninggal akibat kekurangan udara di dalam sumur dan diduga depresi berat,” tandas Kapolsek. Wardoyo