JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Semarang

Tergiur Keuntungan 200 %, Kuli Bangunan Nekat Banting Setir Edarkan Pil Hexymer. Keuntungannya Ternyata Untuk Beli Ini!

Foto/Humas Polda
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas Polda

KEBUMEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tersangka inisial TM (27) warga Desa Selokerto Kecamatan Sempor dibekuk jajaran Sat Resnarkoba lantaran diduga kuat mengedarkan secara ilegal Pil Hexymer kepada masyarakat umum.

Tersangka ditangkap di daerah tempatnya tinggal pada hari Kamis (19/4/2020).

Dari penangkapan itu, Sat Resnarkoba berhasil mengamankan 140 butir Pil Hexymer atau 14 paket hemat yang masing-masing berisi 10 butir Pil Hexymer siap edar.

Diungkapkan Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan saat press rilis didampingi Kasat Res Narkoba AKP R Widiyanto, dari penjualan itu tersangka menerima keuntungan 200 persen lebih untuk setiap paketnya.

“Tiap paketnya, tersangka membeli dari seseorang dengan harga 10.0000. Selanjutnya oleh tersangka dijual kembali dengan harga 35.000,” jelas AKBP Rudy dilansir Tribratanews Sabtu (9/5/2020).

Baca Juga :  Batang Terapkan Strategi Bidik Normal Jurus Cofit untuk Hadapi Pandemi Covid-19, Apa itu?

Kepada penyidik tersangka mengaku adalah seorang pemakai narkoba jenis sabu.

Tersangka yang dalam kesehariannya adalah kuli bangunan itu banting setir beralih mengkonsumsi Pil Hexymer karena mahalnya harga narkoba Jenis Sabu.

Selanjutnya mulai mengedarkan Pil Hexymer dari pertengahan tahun 2019. Dari keuntungan itu tersangka bisa untuk membeli rokok dan pil Hexymer untuknya pribadi.

Sasaran penjualannya adalah para remaja dan anak jalanan.

Karena perbuatannya tersangka dijerat Pasal 196 Jo. Pasal 98 Ayat (2) UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak 1 Miliar Rupiah.

Baca Juga :  Waspadalah, Curutu Tanpa Cukai di Wonosobo Disita

Dijelaskan, Pil Hexymer merupakan obat dari golongan psikotropika golongan IV yang biasanya dipakai untuk pengobati penyakit parkinson.

Obat yang mengandung bahan kimia trihexyphenidyl hydrochloride itu merupakan obat pengurang ketegangan. Peredaran Hexymer memerlukan resep dokter dan ditandai dengan lambang salib merah.

Obat ini akan berdampak tidak baik bagi kesehatan jika dalam penggunaannya tidak menggunakan resep dokter.

Hexymer memiliki beberapa efek samping seperti penglihatan kabur, pusing, mulut kering, dan gangguan saluran cerna. Hal ini disalahgunakan untuk mendapatkan efek mabuk. Edward