JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Ganjar Pranowo Dorong Percepatan Penyerapan APBD 2020

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat memimpin rapat Percepatan Penyerapan APBD 2020, di Ruang Rapat Gedung A Lantai 2, Senin (20/7/2020), kemarin. Humas Pemprov

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerintahkan seluruh jajarannya untuk merealisasikan belanja guna percepatan penyerapan APBD 2020. Itu berlaku pula untuk alokasi Belanja Tak Terduga (BTT) terkait penanggulangan Covid-19, secara tepat, sesuai kondisi masyarakat.

“Ada beberapa yang kemarin direviu dari inspektorat jadi syarat. Jadi dari beberapa yang sudah direviu, kita perintahkan untuk dibelanjakan. Apakah ada masalah, tadi ada satu terkait sosialisasi. Kalau terkait itu, tunda dulu deh, entar aja deh, ngumpulin orang seratus itu bahaya,” urainya, usai memimpin rapat Percepatan Penyerapan APBD 2020, di Ruang Rapat Gedung A Lantai 2, Senin (20/7/2020).

Terkait BTT, Ganjar menyebut sudah melakukan perencanaan sesuai dengan pola penanganan Covid-19. Anggaran itu disiapkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat yang mendesak sesuai rencana.

Baca Juga :  Tak Kuat Iman, Tukang Gigi Nekat Nyambi Jualan Ribuan Obat-Obatan Terlarang. Kadang Juga Dipakai Sendiri, Akhirnya Kini Nyesal Diringkus Polisi

“Umpamanya Dinsos, ketika mau kita sampaikan bantuan jaring pengaman sosialnya, itu kan bertahap ini kan sudah tahap kedua, maka duitnya tersimpan karena tahap ketiga belum. Tahap ketiga baru on going process, mudah-mudahan minggu depan dimulai lagi. Nah maka itu akan terserap lagi, karena belanjanya paling gedhe,” paparnya.

Selain itu, Ganjar juga menginstruksikan melakukan tes swab atau PCR (Polymerase Chain Reaction), hingga 5.000 tes sehari. Untuk melakukan hal itu, ia meminta agar kebutuhan penyerta seperti catridge, reagen, dan sebagainya dipenuhi.

“Nah itulah, yang tak terbelanjakan di sini, karena BTT dikumpulkan. Ini (BTT) standby tidak ke mana-mana. Jadi bukan serapan tapi kebutuhan pasar,” urainya.

Baca Juga :  Terlantar, Situs Kalitaman Butuh Perhatian Pemerintah

Hal serupa dikatakan Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Herru Setiadhie. Menurutnya, BTT merupakan dana yang disiapkan untuk menghadapi kondisi kedaruratan.

“Terkait BTT yang Pak Gubernur pesankan, tolong segera diserap dan dioptimalkan. Harapannya, ketika diserap tidak hanya dicairkan, tapi untuk membiayai kegiatan yang terencana,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Ganjar, APBD Provinsi Jawa Tengah 2020 sebanyak Rp 28,3 triliun. Anggaran tersebut, diutamakan untuk pengentasan kemiskinan, fasilitas dasar dan pengembangan sumberdaya manusia.

“Untuk BTT Covid-19, Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan dana sekitar Rp 1,9 triliun, yang bersumber dari refocusing APBD 2020,” sambung Ganjar. Satria Utama