JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mengejutkan, Perampok Uang Rp 80 Juta Milik Pejabat Dinas Pertanian di Mahbang Sragen Ternyata Dapat Ilmu Cara Pecah Kaca Mobil dari Youtube

Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo saat memimpin konferensi pers sindikat perampokan pejabat Distan Sragen, Senin (31/8/2020). Foto/Wardoyo
Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo saat memimpin konferensi pers sindikat perampokan pejabat Distan Sragen, Senin (31/8/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pengungkapan tersangka pelaku perampokan bermodus pecah kaca yang menimpa pejabat bendahara Dinas Pertanian Sragen di Mahbang, Sambungmacan (10/8/2020) lalu menguak fakta baru.

Dua dari lima pelaku yang ditangkap mengaku belajar memecah kaca mobil lewat tayangan di channel media sosial Youtube.

Pengakuan itu dilontarkan kedua tersangka saat dihadirkan di Mapolres, Senin (31/8/2020).

“Saya belajar caranya (mecah kaca) dari youtube Pak,” papar Dodi Irawan, salah satu tersangka saat diinterogasi Kapolres AKBP Raphaek Sandhy Cahya Priambodo, saat konferensi pers di Mapolres, Senin (31/8/2020).

Dua pelaku yang ditangkap itu bernama Dodi Irawan (45), warga Kelurahan Demangan, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta dan Adam Tawaqqal (35), Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II, Kota Palembang.

Mereka beraksi berlima dengan tiga anggota sindikat lainnya. Ketiga pelaku itu Muh Musyafiudin (ditahan di Polres Ponorogo), Angga Setyawan (Polres Banyumas) dan AZI masih dalam pengejaran (DPO).

Baca Juga :  Bupati Umumkan Sragen Masih Zona Merah Covid-19. Gubernur Minta Injak Rem, Mohon Maaf Nekat Gelar Hajatan Tak Sesuai Prokes Denda Rp 1 Juta dan Bisa Dibubarkan!

Di hadapan Kapolres, kedua tersangka mengaku beraksi dengan berbagi peran. Mereka juga mengaku memecah kaca mobil pejabat Distan Sragen, Sutrisno (48) dengan cepat karena sudah belajar tekniknya.

“Hanya dengan alat kecil ini, mereka bisa mecah kaca mobil,” ujar Kapolres.

Para tersangka itu merupakan kawanan sindikat pencuri spesialis nasabah bank lintas provinsi yang beraksi di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Mereka adalah komplotan Palembang yang beraksi dengan modus yang sama di beberapa daerah. Komplotan itu beranggotakan lima orang namun yang diamankan di Polres Sragen hanya dua orang.

Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo mengatakan pelaku dikenal sebagai spesialis modus pecah kaca.

Baca Juga :  Curahan Hati Ribuan Pekerja Seni Ngisor Tarub Sragen, Sudah 6 Bulan Puasa Penghasilan. Desak Izin Hajatan Dibuka Lagi, Bupati Minta Waktu 5 Hari untuk Koordinasi Polda

“Mereka adalah jaringan antar provinsi dan mempunyai safe house di Yogyakarta. Ada dua tersangka yang diamankan Polres Sragen,” ujar Kapolres

Kapolres menguraikan dua pelaku itu dibekuk saat tengah menginap di salah satu hotel di Yogyakarta. Mereka menjadikan hotel itu sebagai safe house.

Dari hasil penyidikan, komplotan itu melakukan aksi pencurian tidak hanya di Sragen, melainkan beberapa kota lain seperti Banyumas dan Ponorogo.

Sementara dalam aksinya, mereka selalu berlima dan berbagi peran masing-masing.

“Ada yang memantau situasi dari kejauhan, ada yang mengawasi sasaran, ada eksekutor yang mengambil uangnya,” terangnya.

Para pelaku kini meringkuk di tahanan Polres Sragen. Mereka diancam dengan pasal 363 ayat 1 ke 4 dan 5 KUHP, dengan ancaman tujuh tahun penjara. Wardoyo