JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

5 Fakta Miris Kasus Pencabulan 5 Siswi PSHT Sragen oleh Oknum Pelatihnya. Dari Dicabuli Hingga Korban Digarap Berbarengan

DL (15) salah satu siswa PSHT asal salah satu desa di Gondang, Sragen yang menjadi korban pencabulan oknum pelatihnya usai melapor ke Polres bersama bapaknya, Jumat (4/12/2020). Foto/Wardoyo

 

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seorang pelatih perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Parluh 16 asal Desa Tegalrejo, Kecamatan Gondang berinisial T (58) dilaporkan ke Polres Sragen, Jumat (4/12/2020).

Pria paruh baya itu dilaporkan atas dugaan pelecehan seksual terhadap para siswi yang dilatihnya.

Tak tanggung-tanggung, ada sekitar lima siswi PSHT yang mengaku menjadi korban aksi amoral terlapor.

Ironisnya lagi, mayoritas korban masih duduk di bangku sekolah SMA dan SMK serta di bawah umur. Mereka digarap saat latihan sambil berdiri.

Bahkan ada yang dicabuli bersamaan. Akibat aksi amoral terlapor, sebagian korban kini mengalami trauma dan tertekan. Aksi bejat sang oknum pelatih itu mencatatkan 5 fakta.

1. Ada 5 Korban

Kasus dugaan pelecehan itu terungkap setelah salah satu korban berinisial DL (15) melapor ke Polres Sragen, Jumat (4/12/2020) siang.

Siswi kelas 1 SMA itu melapor bersama bapaknya berinisial K (60) dan didampingi pengurus Forum Komunikasi Pencak Silat Sragen (FKPSS) Kecamatan Gondang.

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sekretaris FKPSS Gondang, Dwi Puji Astuti mengatakan aksi pelecehan seksual itu terungkap ketika para korban curhat ke temannya telah diperlakukan tak senonoh oleh pelaku.

Baca Juga :  Nekat Maksiat di Lingkungan Masjid, Kapolsek Plupuh Doakan Teguh Widodo Setelah Dihukum Jadi Manusia yang Baik!

Rupanya cerita itu kemudian mencuat dan langsung membuat heboh warga PSHT. Dari situlah kemudian korban-korban yang pernah mengalami perlakuan serupa akhirnya angkat bicara.

“Sejauh ini ada lima siswi PSHT Pauh 16 yang dilatih oleh T dan mengaku menjadi korban aksi tak senonoh terlapor. Dua di antaranya masih siswa dan tiga lainnya bahkan sekarang sudah warga serta melatih,” paparnya usai melapor ke Polres, Jumat (4/12/2020).

2. Usia di Bawah Umur

Dwi menguraikan lima korban itu masing-masing DL (15), EL (14), IN (16), IT (16) dan FB (16) semua dari desa di sekitar domisili pelaku.

Mayoritas korban masih di bawah umur dan duduk di bangku SMA dan SMK.
Menurut keterangan korban, aksi pelecehan itu dialami para korban saat dilatih oleh T maupun di rumah korban.

Seperti yang dialami DL. Siswi berwajah cantik itu menuturkan pertama kali mengalami pelecehan pertama kali pada 11 November 2020 lalu.

Bermula ketika ia terjatuh usai malam harinya dilatih T bersama siswa lainnya di halaman SDN2 Tegalrejo.

Baca Juga :  Harga Sawit Hancur Lebur di Titik Terendah, Warga Sragen di Perantauan Menangis

“Dia cerita sama T kalau habis jatuh dari motor. Setelah itu besok paginya sekitar ham 09.00 WIB datang ke rumah saya. Sebelumnya sempat nelepon di rumah ada siapa, kebetulan saat itu bapak dan ibu DL ini ke sawah. Lalu tanpa kula nuwun, T langsung datang dan  membuka pintu. Bilangnya ingin melihat tangan yang luka, lalu megang tangan DL. Habis megang tangan langsung megang kemaluan DL. Bahkan sampai dia masukkan jarinya ke dalam korban yang masih pakai celana,” urai Dwi.

3. Pelaku Mengancam

Menurut keterangan DL, ketika melakukan aksi cabulnya itu, T sambil  mengancam agar tidak usah bilang siapa-siapa.

Dalam posisi diancam dan digertak, DL pun hanya pasrah kemaluannya dirogohi terlapor. Puas melampiaskan hasratnya, T lalu pergi sembari mengancam lagi agar tidak bercerita ke mana-mana.

“Korban yang kesakitan lalu pergi ke kamar mandi dan nangis. Dia nggak berontak atau teriak karena sudah diancam tadi. Apalagi korban baru siswa dan pelaku ini pelatihnya,” urainya.

4. Dicabuli Bersamaan Sambil Berdiri

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua