JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Derita Wong Kerjo Karanganyar Kebingungan Mau Berobat. Puskesmas Ditutup Total Gegara 32 Nakes Positif Diterpa Badai Covid-19, Kades Sebut Ada 9 Warganya Juga Positif

Puskesmas Kerjo ditutup total. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM
Warga Kecamatan Kerjo mengaku bingung menyusul ditutupnya pelayanan kesehatan di Puskesmas setempat hingga tanggal 26 Januari 2021 mendatang.

Untuk memeriksa kesehatan, warga terpaksa harus ke Puskesmas di daerah lain. Penutupan dikarenakan adanya 32 nakes di Puskesmas itu yang positif terpapar covid-19.

Kepala Desa (Kades) Sumberejo, Kecamatan Kerjo, Sutopo menyatakan sejak pelayanan Puskesmas ditutup, sangat menyulitkan warga, terutama warga yang menerita penyakit menahun.

“Warga kesulitan berobat, untuk rawat inap juga sulit. Kami harapkan pada senin depan pelayanan sudah mulai dibuka. Sementara ini warga berobat ke klinik swasta, Puskesmas Jenawi dan Mojogedang yag jaraknya cukup jauh,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (19/1/2021).

Baca Juga :  Kabar Gembira! PBH Peradi Surakarta Siapkan 20 Lawyer Gratis Untuk Warga Kurang Mampu di Soloraya

Sutopo menguraikan sampai saat ini, jumlah warganya yang dinyatakan terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 9 orang, termasuk di dalamnya ada tenaga kesehatan yang bekerja di Puskesmas Kerjo.

Sembilan warganya tersebut, sedang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing.

“Kalau kondisi warga yang terkonfirmasi juga dalam kondisi sehat. Mereka hanya melakukan isolasi mandiri di rumah. Pemerintah juga telah memberikan bantuan baik dari Desa maupun Dinas Sosial berupa sembako,” terangnya.

Baca Juga :  Sudah 299 Warga Sragen Meninggal Dunia Terpapar, 17 Orang Kembali Dinyatakan Positif Hari Ini. Jumlah Kasus Tembus 4.935, Yang Sembuh 4.581 Orang

Sutopo juga mengeluhkan dampak pandemi Covid-19 yang hampir satu tahun belum juga dapat dikendalikan. Kondisi ini sangat berdampak pada perekonomian warga.

“Saat ini kondisinya sangat dilematis. Ketika periksa kesehatan harus di rapid test. Jika reaktif langsung dirujuk ke RSUD, tapi begitu sampai di RSUD malah dipulangkan dan terpaksa dirawat dirumah dengan melakukan isolasi mandiri dan mendapat pengawasan ketat dari warga. Kita semua berharap agar pandemic Covid-19 ini segera berakhir,” pungkasnya. Wardoyo