JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Catat Lur, Obyek Wisata di Wonogiri Ditutup Lagi Hingga 17 Januari 2021, Gegaranya Kota Gaplek Masih Masuk Zona Merah COVID-19

Salah satu pantai di Kecamatan Paranggupito Wonogiri. JSNews. Aris Arianto

IMG 20201028 WA0069
Salah satu pantai di Kecamatan Paranggupito Wonogiri. JSNews. Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Akhirnya Pemkab Wonogiri memperpanjang penutupan semua objek wisata di Wonogiri. Penutupan diperpanjang sampai Minggu 17 Januari 2021.

Penutupan obyek wisata termasuk di dalamnya alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri. Untuk diketahui sebelumnya, objek wisata di Kota Gaplek ditutup sementara pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sejak 24 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

“Sudah kami koordinasikan dengan Sekda dan OPD terkait. Kami memutuskan untuk objek wisata diperpanjang penutupannya hingga 17 Januari. SE juga sudah diedarkan,” kata Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Senin (4/1/2021).

Menurut dia, penutupan objek wisata diperpanjang atas pertimbangan Wonogiri masih masuk zona merah COVID-19. Selain itu penambahan kasus dan angka kematian akibat COVID-19 masih mengkhawatirkan.

Baca Juga :  Tak Hanya Sekali, Dalam Sehari Satpol PP dan Tim Gabungan Gelar 2 Kali Razia Penerapan Protokol Kesehatan dan Ketaatan SE Bupati Selama PSBB alias PPKM di Wonogiri

“Dilihat saja nanti pertengahan Januari seperti apa kondisinya. Kalau saat ini risiko penularannya masih tinggi. Nanti kami putuskan pembukaan objek wisata berdasarkan epidemiologi COVID-19,” jelas dia.

Sosialisasi perpanjangan penutupan, telah dilakukan kepada para pengelola objek wisata secara bertahap, baik milik pribadi, BUMDes maupun pemerintah daerah. Dengan adanya surat edaran penutupan sebelum libur Nataru, para pengelola sudah mendapatkan pengetahuan. Sebab, sebelumnya pihaknya telah menerbitkan surat edaran (SE) tentang penutupan objek wisata hingga 4 Januari 2021.

Bupati Joko Sutopo menyatakan jika tak menutup kemungkinan dengan adanya kebijakan menutup objek wisata dapat mengurangi pendapatan asli daerah (PAD). Namun kata Bupati hal demikian tak menjadi masalah. Sebab masih ada upaya lain yakni dengan refocusing dan efisiensi anggaran serta mengurangi kegiatan pemerintah.

Baca Juga :  Begini Pengakuan Dukun C4bul Sesama Jenis Asal Tanjungsari Kecamatan Jatisrono Wonogiri, Aksi Terhadap 7 Remaja Pria Dilakukan Secara Spontan. Pelaku Mengaku Khilaf dan Minta Didoakan Mendapat Keringanan Hukuman

“Tapi ada yang paling penting, kesehatan masyarakat adalah merupakan prioritas utama. Kami lebih mementingkan keselamatan masyarakat. Karena kondisi di Wonogiri masih mengkhawatirkan,” kata dia.

Selain itu, imbuh Bupati Wonogiri, Pemkab juga belum memperkenankan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-Alun Giri Krida Bakti Wonogiri untuk berjualan. Karena selama ini alun-alun menjadi pusat berkumpulnya banyak orang. Sehingga ruang publik yang terletak di pusat kota Wonogiri itu harus ditutup. Alun-alun sendiri ditutup sejak 23 Desember 2020 lalu hingga 3 Januari 2021. Aria