JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mendadak Kaya, 30 Warga Desa Pagak Sumberlawang Sragen Ternyata Nggak Foya-foya Beli Mobil Mewah seperti di Tuban. Terima Ganti Rugi Ratusan Juta Tapi Pilih Investasi untuk Beli Lahan Lagi

Warga Desa Pagak Sumberlawang dan lahan yang akan dibangun pabrik nugget dan sosis. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rencana pendirian pabrik nugget dan sosis oleh investor besar di Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, membawa berkah bagi warga pemilih lahan.

Sejumlah warga pemilih lahan yang dibeli oleh investor untuk pabrik, mendadak jadi orang kaya baru. Mirip di Tuban Jatim, namun warga di Pagak lebih memilih berinvestasi lagi dengan membeli lahan baru.

Kades Pagak, Solekhan mengungkapkan ada sekitar 30 warganya pemilik lahan yang dibeli oleh investor pabrik nugget dan sosis. Mereka semuanya sudah merelakan tanahnya untuk dibeli investor.

Para warga itu juga dengan senang hati sudah menerima pembayaran ganti rugi. Nilainya pun tak main-main. Meski tak sebesar ganti rugi lahan kilang minyak di Tuban, ganti rugi untuk warga pemilik lahan sudah cukup membuat mereka menjadi orang kaya baru.

“Kalau nominal pasnya belum kami sampaikan. Yang jelas ada sekitar 30an warga yang menerima ganti rugi. Nilainya ratusan juta per orang,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (26/2/2021).

Baca Juga :  Wajib Tahu, Kuota Belajar Gratis dari Kemendikbud Ternyata Bukan Untuk Sembarangan. Ini Daftar Situs dan Aplikasi yang Tak Bisa Diakses Menggunakan Kuota Gratis!

Solekhan menuturkan meski memegang uang ratusan juta, warga pemilik lahan tidak membeli mobil seperti di Tuban.
Akan tetapi mayoritas memilih untuk memanfaatkan uang ganti rugi itu untuk berinvestasi dengan membeli lahan baru.

“Iya, mereka pilih beli lahan lagi. Nggak beli mobil,” tuturnya.

Ia menyebut proses pembebasan lahan berjalan selama 3 bulan. Meski sempat diragukan di awal namun perjuangan panjang tim memberikan sosialisasi dan pemahaman akhirnya membuat warga tergerak untuk mendukung.

“Senang dan bangga dengan adanya pabrik di Pagak dan manfaatnya bagi warga pagak. Sebab di Sragen menurut cerita Bu Bupati ada beberapa investor di Sragen gagal membuka di sragen karena sulitnya pembebasan lahan. Tapi Alhamdulilah sampai saat ini masyarakat sudah terbeli dan masyarakat senang,” tugas Solekhan.

Baca Juga :  Kisah Tragis di Balik Pembunuhan Wanita Cantik Sartikawati di Sragen. Nekat Tinggalkan Anak dan Suami di Perantauan, Pulang ke Kampung Halaman Justru Berakhir di Pemakaman

Terpisah, sejumlah warga Pagak sudah tidak sabar lagi menunggu berdirinya pabrik di daerahnya.

IMG 20210225 WA0039
Kades Pagak, Sholekan. Foto/Wardoyo

Mereka sangat berharap kehadiran pabrik itu akan menjadi harapan orang banyak untuk bisa bekerja di tanah kelahiran sendiri.

Suyanti (38) salah satu warga Dukuh Plosorejo RT 1/1, Desa Pagak, menyambut baik adanya pembangunan pabrik.

“Ya seneng ta Mas, bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di sekitarnya kok. Saya rencana mau jualan mie ayam dan bakso disini,” bebernya.

Terpisah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Sragen, Tugiyono mengaku sejauh ini memang belum menerima berkas permohonan izin pendirian pabrik di Pagak itu.

Karenanya demi kelancaran, pihaknya berharap agar investor segera mengurus berkas permohonan izin.

Secara prinsip, menurutnya Pemkab akan mendukung masuknya investor asalkan sesuai dengan zonasi wilayah serta berdampak positif bagi masyarakat maupun perekonomian warga. Wardoyo