JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kisah Pencuri Serakah dan Bukti Tak Ada Kejahatan Sempurna. Lolos Curi Burung Pak Kades di Tanon, Malah Tertangkap Rame-Rame oleh Warga Sragen Kota!

Tersangka dan barang bukti burung curiannya. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tak ada kejahatan yang sempurna. Pepatah itu agaknya klop untuk menggambarkan aksi pencuri bernama Munaris ini.

Pria asal Dukuh Plosorejo RT 01/ 03, Desa Jeruksawit, Gondangrejo, Karanganyar itu boleh sempat bernafas lega usai mencuri burung milik Kades Pengkol di Desa Pengkol Tanon.

Namun, nahas hari apesnya tiba. Tak puas dapat satu curian, sifat serakahnya rupanya membuatnya tergoda melanjutkan aksi mencuri burung di Desa Tangkil, Kecamatan Sragen.

Sayang, jejak kejahatannya tak sempurna dan aksinya di Tangkil malah kepergok warga. Akhirnya Munasir pun dikeler ke Polsek Sragen sebelum dilimpahkan ke Polsek Tanon.

Kisah Munasir itu terungkap ketika ia hendak beraksi mencuri burung di salah satu rumah warga di Desa Tangkil, Kecamatan Sragen Kota, Senin (15/3/2021) dinihari sekitar pukul 01.00 WIB.

Saat itu ia kepergok saat mengendap-endap hendak mencuri di rumah warga Tangkil. Melihat gelagat mencurigakan itu, warga yang memergoki langsung menyergag dan kemudian menangkap tersangka.

Saat diamankan warga, Munaris sudah membawa seekor burung Jalak Suren. Merasa panik, ia langsung berusaha cuci tangan melepaskan burung yang dicurinya.

Baca Juga :  Bikin Trenyuh, Lihat Ketua DPRD Sragen Bawakan Bingkisan Lebaran, Balita Cucu Korban Tewas Kecelakaan Bus PO Haryanto Asal Taraman Langsung Lari Menyambut dan Bergelayut. Pak Ketua Tak Tega Lihat Kondisi Rumah Korban

“Iya benar. Tersangka tertangkap warga saat hendak melakukan aksi pencurian di salah satu rumah warga di Tangkil. Saat itu ia sudah membawa satu ekor burung hasil curian dan setelah ketahuan warga, burung itu dilepaskan. Lalu diamankan dan petugas datang membawanya ke Polsek. Dari pengakuannya, burung yang dilepaskan itu habis dicuri dari rumah Pak Kades Pengkol Tanon,” papar Kapolsek Sragen Kota, AKP Mashadi kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (18/3/2021).

Tersangka saat ini sudah diserahkan ke Polsek Tanon untuk menjalani proses lebih lanjut.

Dari pengakuan tersangka, ia tak mengelak bahwa burung Jalak Suren yang dilepaskannya saat tertangkap basah di Tangkil adalah hasil curiannya di Pengkol, Tanon.

Dari penyelidikan, ternyata burung itu benar milik Kades Pengkol, Haryono (54). Dari keterangan Kades, ia memang kehilangan burung kesayangannya jenis Jalan Suren pada hari yang sama.

Pencurian burung Pak Kades itu juga terjadi pada Senin (15/3/2021) dinihari.
Diduga pelaku beraksi memanfaatkan situasi rumah yang sepi dan penghuni tertidur lelap.

Pelaku diduga masuk ke teras rumah korban sekitar pukul 01.00 WIB.
Rumah Pak Kades kebetulan berada di tepi jalan raya Suwatu-Sukodono dan tidak ada pagarnya. Sehingga pelaku dengan leluasa bisa masuk dan menggondol burung berikut sangkarnya.

Baca Juga :  Ulang Tahun ke-51, Gubernur DKI Anies Baswedan Diam-diam Dapat Kado Istimewa dari Sragen. Persembahan Pengusaha Nasional Asal Sragen, Ada Kata Kemenangan 2024!

Menurut keterangan Kades Haryono di hadapan petugas kepolisian, sore harinya, ia masih melihat burung suren yang berada di sangkar yang digantung dibteras depan rumah.

Kemudian pagi harinya sekitar pukul 06.09 WIB saat bangun tidur, ia kaget melihat burung berikut sangkarnya sudah tidak ada.

Sempat ditanyakan ke beberapa warga sekitar pukul 08.00 WIB ada warga yang datang menemui dan mengabarkan bahwa ada sangkar burung Pak Kades ditemukan di pinggir jalan depan rumah Pak Kades sekitar pukul 02.00 WIB.

Namun sangkar itu ditemukan sudah dalam kondisi kosong. Yakin burungnya sudah dimaling, Pak Kades lalu melapor ke Polsek. Atas kejadian itu, ia mengalami kerugian Rp 800.000.

Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Suwarso mengatakan dari hasil penyelidikan, tersangka pencuri burung Pak Kades Pengkol itu memang kemudian ditangkap warga saat hendak beraksi di Tangkil, Sragen.

“Saat ini tersangka sudah diamankan berikut barang buktinya,” tandasnya. Wardoyo