JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ada Rentetan Teror, 200 Polisi Sragen Langsung Dikerahkan Amankan Gereja-Gereja Dari Kota Hingga Desa Menjelang Paskah!

Petugas Polres Sragen saat dikerahkan memeriksa Santa Maria Perawan di Fatima. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Insiden rentetan teror yang terjadi di Makassar dan Mabes Polri wilayah dua hari terakhir menjadi atensi khusus dari kepolisian. Polres Sragen bakal mengerahkan 200 personel untuk pengamanan ibadah misa paskah di gereja-gereja.

Ratusan personel bersenjata lengkap itu akan diterjunkan ke gereja-gereja baik yang ada di kota hingga desa-desa.

Hal itu terungkap dalam kegiatan sterilisasi gereja menjelang perayaan paskah yang digelar Polres Sragen, Kamis (1/4/2021).

Kasat Sabhara Polres Sragen, Iptu Sunarjono mengungkapkan sterilisasi dan pengetatan pengamanan dilakukan di gereja yang akan menggelar misa Paskah.

Pengamanan akan melibatkan 200 personel. Mereka akan disebar untuk mengamankan gereja-gereja hingga di wilayah desa.

“Nanti saat pelaksanaan misa Tri Hari Suci Paskah, kami akan menerjunkan 200 anggota menempatkan anggota bersenjata lengkap di gereja hingga di gereja di tiap – tiap desa. Jajaran Polsek juga sudah kita lengkapi dengan metal detektor,” paparnya ditemui di sela memimpin sterilisasi di Gereja Santa Maria Perawan di Fatma.

Baca Juga :  Cerita di Balik Penemuan Mayat Wanita Muda Bernama Sartikawati di Waduk Kembangan Sragen. Ternyata Punya Tanggal Lahir Unik Serba 9!

Sementara, penyisiran dilakukan di seluruh ruangan gereja dan di semua sudut. Hal itu dilakukan untuk memastikan tidak ada benda yang membahayakan.

Sterilisasi dilakukan dengan menggunakan metal detektor serta menerjunkan anjing pelacak.

Pengamanan itu merupakan persiapan untuk menjamin keamanan pada perayaan ibadah umat Kristiani yang akan dimulai dengan Kamis Putih, Jumat Agung dan Sabtu-Minggu Paskah.

“Sterilisasi ini kami lakukan agar masyarakat khususnya umat kristiani bisa melaksanakan dengan rasa aman,” jelasnya.

Ditambahkan, untuk memastikan keamanan lingkungan gereja, petugas juga mengecek kondisi CCTV atau kamera pemantau yang terpasang di gereja.

Keberadaan CCTV dianggap penting karena sangat membantu pihak keamanan untuk memantau dan mendeteksi saat terjadi gangguan keamanan.

Baca Juga :  Innalillahi, 2 Guru SMAN 1 Gondang Sragen Meninggal Dunia Terserang Covid-19. Tujuh Guru dan Karyawan Ikut Tertular Positif, Jalani Isolasi Mandiri

“Tadi kami cek di ruang kontrol CCTV, ada banyak kamera terpasang di dalam dan di luar bangunan. Semuanya berfungsi dengan baik,” tandasnya.

Ketua Paroki Gereja Katolik Santa Maria Perawan di Fatima Sragen, Sapto Margo menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan polisi untuk menjaga keamanan di tempat ibadah.

Hal itu akan memberikan rasa aman dan tenang bagi umat untuk merayakan rangkaian Paskah.

“Atas keamanan dan perhatian polres sragen dalam memberikan rasa nyaman dan jaminan keamanannya untuk jemaat. Kami sangat berterimakasih banyak,” ungkapnya.

Dalam peringatan Tri Hari Suci Paskah, pihaknya tetap akan memperketat penerapan protokol kesehatan. Selain jarak antar jemaat, peserta jemaat yang hadir juga di batasi 50% dari kapasitas gereja. Wardoyo