JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Warga Gabugan Tanon Resah, Ada Satu Keluarga asal Boyolali Diduga Terpapar Covid-19 Diam-Diam Nyebrang untuk Isolasi Mandiri. Sempat Pijat dan Minta Diinfus di Rumah, Satu Orang Bahkan Kritis

ilustrasi virus Corona


Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra
Institut Sains Teknologi Kra

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga di Desa Gabugan, Kecamatan Tanon, Sragen resah karena kedatangan satu keluarga asal Kacangan, Ngandong, Boyolali yang terindikasi positif terpapar covid-19.

Pasalnya, satu keluarga yang juga punya rumah di Gabugan itu diduga sengaja memilih tinggal di rumah mereka di Gabugan Tanon untuk isolasi mandiri.

Keresahan warga makin menjadi setelah kemarin malam, Selasa (15/6/2021) malam, kepala keluarga asal Kacangan berinisial H itu dinyatakan positif dan dijemput oleh petugas berpakaian APD dalam kondisi sakit.

Keresahan warga itu diungkapkan oleh Satgas Covid-19 Kecamatan Tanon, R Hendri Brotowardoyo, Rabu (16/6/2021). Ia menuturkan keluarga H itu diketahui mengungsi di Gabugan sejak 3 hari lalu.

Semula warga tidak curiga, namun kemudian semua terkejut ketika mendapati kemarin malam H dijemput petugas berpakaian APD. Dari situlah baru akhirnya terungkap jika H dinyatakan positif dan keluarganya juga beberapa dilaporkan positif swan antigen.

“Kalau dari kronologinya, ada anggota keluarga itu yang baru pulang dari pelayaran inisial M. Saat diswab dia negatif, tapi kemudian keluarganya yaitu Pak H (mertuanya), ibu mertua, istri dan anaknya positif semua. Nah warga resah kemarin malam Pak H, dinyatakan kritis dan dibawa ke rumah sakit dari Ngandong dan dinyatakan positif covid-19,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (16/6/2021).

Hendri mengungkapkan dari hasil pelacakannya, selain H yang masuk rumah sakit, ada istrinya TH, istri M, dan dua anak M yang menjalani isolasi mandiri di rumah Gabugan.

Baca Juga :  Masih Meroket, 185 Warga Sragen Positif dan 6 Meninggal Hari Ini. Jumlah Kasus Covid-19 Tembus 13.953 dan 784 Meninggal Dunia

Warga sekitar resah setelah mengetahui bahwa keluarga yang sebelumnya berdomisili di Kacangan dan positif terpapar Covid-19 namun isolasi mandirinya malah di wilayah Gabugan.

“Dari pihak Kecamatan Ngandong juga tidak ada koordinasi dengan Kecamatan Tanon kalau ada pasien covid-19 yang menyebrang. Tadi kami datang ke Pak Camat juga kaget nggak ada koordinasi dan laporan dari Kacangan. Ini warga resah karena kebetulan tempat mereka di Gabugan itu juga ramai,” terangnya.

Warga berharap jika benar satu keluarga itu positif, diminta untuk menjalani isolasi mandiri di wilayah mereka dan tidak di rumah Gabugan.

Pasalnya dikhawatirkan akan memicu penyebaran karena sejak awal tidak terbuka kepada warga sekitar.

“Inginnya warga ya kalau positif ya pihak Boyolali yang bertindak melakukan isolasi mandiri. Terserah mau ditempatkan di mana yang penting jangan di rumah, apalagi di wilayah lain daerah seperti ini,” terangnya.

Minta Pijet dan Infus di Rumah

Sementara, dari hasil klarifikasi ke kerabat Pak H, Hendri menyampaikan kronologi kasus positif keluarga asal Kacangan itu bermula setelah kepulangan menantu mereka dari pelayaran sepekan lalu , Pak H mendadak mengeluh meriang.

Semula dikira masuk angin biasa. Namun setelah tiga hari tak sembuh, H diantar ke rumah sakit di Solo untuk diperiksa dan diswab.

Baca Juga :  Petani Tangkil Jadi Korban Tewas ke-17 Akibat Kesetrum Jebakan Tikus di Sragen. Ini Daftar Lengkapnya!

Hasil swab PCR ternyata positif terkonfirmasi Covid-19. Celakanya, selama 3 hari sakit di rumah, H sempat minta pijat dan masih tidur bersama istri serta kontak erat dengan anggota keluarga lainnya.

“Keterangan dari kerabat, waktu di Gabugan itu, Pak H malah sempat minta infus di rumah juga. Yang nginfus perawat dari Bonagung. Setelah H positif, anaknya inisial R itu juga meriang, dua anaknya yang kecil-kecil juga meriang. Setelah diswab semua positif yang negatif hanya satu orang,” urai Hendri.

Saat ini, kasus itu sedang diadakan koordinasi antara Satgas kecamatan Tanon dengan Satgas Kacangan, Ngandong, Boyolali.

Terpisah, Camat Tanon Suratman belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi belum diangkat. Wardoyo