JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sosok Haris Supriyadi, Wong Kondang Asal Klaten yang Kini Jadi Pesakitan Usai Tipu Warga Sragen Rp 510 Juta

Terdakwa kasus penipuan investasi berkedok pencairan dana beku, Haris Supriyadi saat dihadirkan di persidangan. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sidang perdana kasus dugaan penipuan berkedok investasi dan pencairan dana beku Rp 65 miliar yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sragen, Selasa (10/5/2022) mencuatkan sosok bernama Haris Supriyadi.

Pria berusia 64 tahun asal Klaten itu adalah terdakwa yang diduga mendalangi penipuan terhadap pasangan pengusaha asal Sambungmacan, Sragen, Sudarno (61) dan Suparyanti (57).

Pasutri asal Desa Banaran, Sambungmacan itu mengaku mengalami kerugian Rp 510 juta akibat tergiur mendapat dana beku miliaran yang dijanjikan terdakwa.

Lantas siapa Haris Supriyadi sebenarnya? Dari identitasnya saat diperiksa polisi, ia tercatat sebagai Presiden Direktur PAC Grup di Klaten.

Baca Juga :  Soto Kwali Si Racikan Sekda Sragen Sabet Juara Lomba Masak HUT Sragen 2022. Kalahkan Soto Bupati dan Wabup

Dari kesaksian korban saat dihadirkan di persidangan Selasa (11/5/2022), terdakwa selama ini dikenal sebagai orang hebat dan punya ilmu tinggi.

Hal itulah yang membuat korban percaya dengan tawaran pencairan dana beku yang dijanjikan terdakwa.

“Pak Haris itu kontraktor. Ilmunya hebat dan kondang di mana-mana. Jadi saya percaya saja yang mulia,” ujar Paryanti saat menjawab pertanyaan hakim mengapa begitu percaya terhadap terdakwa.

Paryanti kemudian menuturkan selain menjanjikan bisa membantu mendapat dana beku miliaran, terdakwa juga menawarkan akan mengajak putranya untuk berbisnis di Kendari.

Baca Juga :  Kecelakaan Motor VS Truk di Dekat Pasar Bunder Sragen Malam Ini. Satu Korban Tanpa Identitas Kritis di Bawah Kolong Truk

Hal itulah yang membuatnya dan suami, akhirnya menuruti permintaan mentransfer uang yang oleh terdakwa dibahasakan untuk administrasi dan dana senggekan.

Korban dijanjikan akan ada pencairan miliaran dalam 3 minggu. Namun pada tahap berikutnya korban masih saja dimintai uang baik oleh tersangka Haris Supriyadi maupun tersangka Ika Rini Handayani.

Ia juga khawatir jika persyaratan pengiriman uang tidak terpenuhi, pinjaman tidak jadi cair.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua