JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Seleksi Perangkat Desa Karangtalun Diwarnai Protes Keberatan. Peserta Ranking 2 Persoalkan Skor CAT dan Nilai Sertifikat!

Pengumuman hasil rekapitulasi akhir penilaian seleksi penjaringan penyaringan perangkat Desa Karangtalun, Tanon, Sragen yang diumumkan di balai desa setempat. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seleksi penjaringan dan penyaringan perangkat desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Sragen menuai protes.

Salah satu peserta ranking 2 melayangkan keberatan atas proses ujian di lembaga LPPM dan proses penilaian sertifikat peserta oleh tim panitia desa.

Protes dan keberatan itu dilontarkan oleh Qori Marsudi Utomo yang melamar di formasi Kasi Pemerintahan.

Dari hasil perankingan akhir, ia menduduki posisi kedua dengan total nilai 47.23, kalah tipis dari peserta ranking pertama Triyono yang mengumpulkan nilai 47.97.

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Qori mengatakan sudah melayangkan surat keberatan secara tertulis kepada tim panitia desa tembusan ke Camat Tanon. Surat tersebut dibuatnya Jumat (25/11/2022).

Baca Juga :  Mantan Walkot Blitar Samanhudi Anwar Diciduk Polisi, Diduga Terlibat Perampokan di Rumdin Wali Kota Blitar: Aksi Perampokan Disebut Direncanakan dari Lapas Sragen 

“Saya mengajukan keberatan karena merasa proses ujian di LPPM kurang transparan. Sebab skor peserta tidak muncul di layar monitor. Harusnya kalau ujian CAT itu begitu selesai, skor akan muncul di monitor seperti di LPPM lain. Kemarin itu nilai baru disampaikan dalam berkas segelan dari LPPM ke panitia desa,” paparnya Sabtu (26/11/2022).

Dia juga menyoroti penilaian dedikasi dan prestasi peserta ranking 1 utamanya pada penilaian sertifikat. Di mana peserta itu mendapat nilai dedikasi 4.

Qori mempertanyakan transparansi penilaian sertifikat oleh panitia. Di mana menurutnya penilaian tidak disampaikan secara terbuka di hadapan peserta akan tetapi langsung diumumkan hasil nilainya saat perankingan.

Baca Juga :  Viral di Medsos Ada UFO di Atas Merapi, Apakah Benar UFO?

“Harusnya kan penilaian sertifikat itu terbuka, semua peserta diundang, lalu disampaikan sertifikat si A bisa dinilai atau tidak, alasannya apa. Jadi semua tahu dan transparan,” urainya.

Ia juga sempat menyoroti kemampuan komputer peserta ranking 1 yang menurutnya jauh di bawah peserta lain. Namun yang bersangkutan justru bisa meraih nilai tertinggi secara akumulatif dan menduduki ranking 1.

“Saya tahu sendiri, upload saja nggak bisa. Nyimpan dokumen saja nggak bisa,” katanya.

Sekadar tahu, seleksi Perdes di Karangtalun digelar untuk dua formasi yakni Kasi Pemerintahan dan Kasi Pelayanan.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com