loading...
Loading...
Iwan Adranacus, terdakwa kasus pembunuhuan Mercy maut dituntut lima tahun penjara. Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang pembacaan tuntutan, Selasa (8/1/2019), di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta. Triawati

SOLO– Iwan Adranacus, terdakwa kasus pembunuhuan Mercy maut dituntut lima tahun penjara. Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang pembacaan tuntutan, Selasa (8/1/2019), di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta.

Tuntutan dibacakan secara bergantian oleh JPU Siti Maryani dan Satriawan Sulaksono setelah sebelumnya sidang sempat ditunda selama tiga kali.

“Dari keterangan para saksi satu sama lain terdapat kesesuaian bahwa terdakwa telah melakukan tindak pidana. Dan dalam pasal 338 KUHP unsur barang siapa juga sudah memenuhi,” urai Siti Maryani saat sidang yang diketuai oleh Majelis Hakim, Krosbin Lumbangaul.

Baca Juga :  LP3HI Giliran Menggugat Polda Jateng dan Desak Pencopotan Busroni

Selanjutnya, JPU menyampaikan tuntutan kepada terdakwa dengan pidana selama lima tahun penjara, dikurangi dengan masa penahanan selama terdakwa menjalani proses persidangan.

“Memperhatikan ketentuan Undang-Undang, menuntut, menyatakan terdakwa terbukti bersalah dengan sengaja merampas nyawa orang lain sesuai dengan pasal 338 KUHP, dakwaan ke satu primer. Menjatuhkan pidana selama lima tahun penjara kepada terdakwa,” ungkap Siti.

Baca Juga :  Rayakan HUT RI ke-74, Anak Juara Rumah Zakat Gelar Lomba Mewarnai

Sementara itu, beberapa pertimbangan yang dinilai meringankan tuntutan kepada terdakwa diantaranya, bahwa terdakwa sudah damai dengan pihak keluarga korban. Kemudian terdakwa juga sudah memberikan santunan kepada keluarga korban. Dan juga terdakwa berlaku sopan selama menjalani proses persidangan.

Baca Juga :  Soliditas Partai Terganggu, 13 DPC Hanura Desak Percepatan Munas

Menanggapi tuntutan ini, pihak kuasa hukum terdakwa bakal mengajukan pembelaan. Pembelaan akan disiapkan dalam dua hari ke depan dan sidang akan digelar kembali pada Kamis (10/1/2019).

“Kami akan mengajukan pembelaan pada sidang berikutnya, Kamis mendatang,” ungkap koordinator kuasa hukum terdakwa, Joko Haryadi. Triawati PP

Iklan
Loading...