JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pencurian Listrik Marak, PLN dan Polres Sragen Operasi Besar-besaran di Sambirejo. Manajer PLN: Desa Dawung Sudah Lama Jadi TO Bertahun-Tahun! 

Rizky, Manajer Rayon Sragen. Foto/Wardoyo
Rizky, Manajer Rayon Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM PLN Rayon Sragen membenarkan melakukan operasi besar-besaran terhadap pelanggan di Desa Dawung, Kecamatan Sambirejo.

Operasi dengan menggandeng tim gabungan Polres dan Denpom itu digelar menyusul maraknya pencurian dan pelanggaran listrik di desa itu yang terdeteksi berlangsung bertahun-tahun tanpa pernah tersentuh penindakan.

Bahkan, PLN mendeteksi ada puluhan warga di Desa Dawung yang terindikasi melakukan pelanggaran pencurian listrik dengan berbagai modus. Manajer Rayon PLN Sragen, Rizky mengungkapkan Desa Dawung Sambirejo memang sudah lama menjadi TO (target operasi) karena banyaknya indikasi pelanggaran dan pencurian listrik di rumah-rumah warga.

Baca Juga :  Kisah Cinta Fenomenal Imam Rochadi PNS yang Nikahi Janda Pengusaha Jadi Istri Kelima. 7 Tahun Kenalan, Berawal dari Lirikan di Hajatan

Operasi besar-besaran terpaksa dilakukan lantaran sudah bertahun-tahun indikasi pencurian itu belum tersentuh penindakan. Pihaknya menduga selain banyak yang melakukan, adanya oknum tak bertanggungjawab di wilayah itu ditengarai menjadi ganjalan dilakukannya penertiban.

“Makanya kemarin kami lakukan operasi besar dengan melibatkan Polres dan Denpom karena memang sudah ada MoU dan dapat izin dari Kapolres. Desa Dawung itu TO sudah lama. Karena indikasinya sudah tahun-tahunan nggak tersentuh. Perkiraan kami ada puluhan yang terindikasi melakukan pelanggaran,” paparnya, Selasa (16/7/2019).

Ia menguraikan operasi dilakukan lantaran hasil pemeriksaan secara acak di desa itu, sudah menemukan enam warga yang terbukti melakukan pencurian listrik.

Baca Juga :  Diguyur Hujan Selama 5 Jam Jalur Tanon Mondokan Sragen Banjir Parah

Modusnya mulai dari memasang perangkat di meteran hingga menyadap atau menyudet aliran di kabel jaringan sebelum sampai meteran.

Praktik itu dilakukan dengan tujuan untuk membuat pemakaian listrik tidak tercatat atau memperkecil tagihan. Padahal tindakan tersebut sudah termasuk kategori pencurian dan sangat merugikan negara.

Rizky juga menguraikan operasi besar-besaran dilakukan lantaran upaya persuasif yang dilakukan dengan pemberian sanksi dan menyurati kepada warga yang ketahuan, juga tidak berbalas positif.

Halaman selanjutnya »

Halaman :  1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com