loading...
Loading...
Kondisi semburan api yang muncul dari lubang tanah tegalan milik warga di Desa Bonagung, Tanon, Sragen, Senin (19/8/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tim Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah akhirnya mengungkap fenomena di balik munculnya semburan api dari dalam tanah yang terjadi di tanah tegalan warga di Dukuh Banyurip, Bonagung, Tanon, Sragen.

Hasil analisa tim menyimpulkan semburan api dari lubang bekas sumur bor itu terjadi akibat gas dari kedalaman yang terjebak oleh beberapa lapisan sedimen.

Baca Juga :  Kembalikan Berkas, Bupati Yuni Mengaku Sudah Mantap Daftar Pilkada Sragen Lewat PDIP

Petugas Cabang Dinas ESDM Provinsi Jateng, Puguh Dwi Hartanto, kepada Joglosemarnews.com ditemui di sela meninjau lokasi semburan api di Bonagung, Tanon, Senin (19/8/2019) mengatakan semburan gas itu muncul  dimungkinkan karena wilayah tersebut dulunya merupakan rawa-rawa.

Proses ratusan tahun membentuk gas, yang kemudian terjebak oleh beberapa lapisan sedimen. Kumpulan gas ini kemudian bisa merembes keluar karena wilayah tersebut dibangun sumur bor.

Baca Juga :  Bupati Sragen Larang Rapat Dinas Suguhkan Air Mineral Kemasan. PNS Diminta Bawa Botol Minum dari Rumah 

“Insyaallah tidak membahayakan, karena fenomena ini bersifat lokal,” paparnya kepada Joglosemarnews.com.
Puguh menguraikan fenomena yang sama pernah terjadi di Wonogiri pada tahun 2015. Kemudian  di Purworejo tahun 2016.
Tim berjumlah dua orang itu tiba di lokasi sekitar pukul 16 WIB.

Baca Juga :  Kasus Siswa Miskin Pemegang KIP di Sragen Ditarik Dana Pembangunan, Disdikbud Provinsi Terjunkan Kasi. Kepsek Siap Kumpulkan Wali dan Komite 

Tim didampingi Kabid Pengendalian LH Dinas Lingkungan Hidup Sragen, Ichwan Yulianto, Kapolsek dan Camat Tanon.
Tim sempat melakukan pemeriksaan terhadap fenomena semburan api yang muncul sejak Minggu (18/8/2019) malam tersebut. Wardoyo

Berikut video penjelasan lengkap hasil pengecekan Tim ESDM Jateng:

Loading...