JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Video Penghinaan Terhadap Banser, Gus Yusuf Chudlori Minta Polda Jateng Cepat Merespons

KH Yusuf Khudlory atau Gus Yusuf Ketua DPW PKB Jawa Tengah. facebook via Tribunjateng
KH Yusuf Khudlory atau Gus Yusuf Ketua DPW PKB Jawa Tengah. facebook via Tribunjateng

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tokoh Muda NU yang saat ini menjabat Ketua DPW PKB Jateng, KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) ikut angkat bicara terkait orasi yang berisi penghinaan terhadap Banser.

Gus Yusuf meminta agar Polda Jawa Tengah merespons cepat atas peristiwa itu.

Menurut pendapat Gus Yusuf, peristiwa itu membuat banyak warga NU yang tersinggung.

Sebagai warga NU, dia pun mengaku sangat tersinggung. Apalagi Banser dan Ansor.

Maka wajar kalau ada upaya membawa persoalan ini ke ranah hukum.

“Sebagai warga NU saya sangat tersinggung, tapi kita tetap harus menjaga suasana kondusif dan berfikiran jernih,” ujarnya dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Rabu (4/9/2019).

Gus Yusuf menyatakan dukungan kepada GP Ansor Solo yang melaporkan peristiwa ini ke Polda Jawa Tengah.

“Langkah, sahabat-sahabat GP Ansor Solo sudah tepat dengan melaporkan kejadian ini ke Polda. Saya kira semua akan mendukung laporan ini. Saya juga akan terus komunikasi dengan Pak Kapolda,” tegasnya.

Baca Juga :  Gubug Serut, Wisata Alam Alternatif di Semarang

Dalam pandangan Gus Yusuf, upaya GP Ansor Solo melaporkan kejadian ini ke Polda justru untuk menjernihkan persoalan, menciptakan suasana kondusif, sekaligus upaya menegakkan hukum.

“Sebagai warga NU saya juga perlu memperhatikan kasus ini, karena saya prihatin atas kejadian serupa yang selalu berulang-ulang,” katanya.

Meski hal ini membuat warga NU dan aktivis NU sangat marah, Gus Yusuf mengajak semua pihak menahan diri.

“Kita pasrahkan kepada Polda. Kita harus menghormati aparat penegak hukum. Semua pihak harus mengikuti proses hukum. Siapa yang menjadi pelakunya biar Polda yang memproses,” tegasnya.

Gus Yusuf juga menekankan agar semua pihak menjaga kondusifitas dan menahan diri agar tidak saling memperkeruh keadaan di publik.

“Sekali lagi kalau sudah di ranah hukum, kita hentikan saling serang di publik,” tandas Kyai muda yang kharismatik ini.

Baca Juga :  Legislator Blora Lakukan Pengawasan Khusus Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Ia menambahkan masih ada agenda-agenda nasional yang penting.

Pelantikan Presiden terpilih Oktober nanti jangan sampai terganggu oleh peristiwa-peristiwa seperti ini lagi.

Dibutuhkan iklim yang sejuk dan suasana yang kondusif, agar pelantikan bisa berjalan lancar dan damai.

“Mari kita jaga iklim yang kondusif bersama-sama. Banyak persoalan rakyat yang harus segera diatasi Pemerintah. Jangan coba membawa persoalan di daerah lain, ditarik-tarik ke daerah lainnya lagi. Persoalan di Papua baru saja reda, ini coba ditarik ke daerah lain. Ini memprihatinkan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Gerakan Pemuda (GP) Ansor melaporkan sebuah video viral ke Polda Jawa Tengah.

Isinya diduga berisi penghinaan yang mencemarkan nama baik korps Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Diketahui video tersebut menggambarkan kegiatan orasi dalam Parade Ukhuwah memperingati tahun baru Hijriah di Ngarsopuro, Solo, Minggu (1/9/2019) lalu.

www.tribunnews.com