loading...
Loading...
Belasan pelajar yang dikukut dalam penggerebekan di Pucung, Karangmalang saat diberi pembinaan di halaman Kantor Satpol PP Sragen, Selasa (12/11/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN,JOGLOSEMARNEWS.COM Kelakuan pelajar zaman now makin memprihatinkan saja. Seperti yang ditunjukkan belasan pelajar di bawah umur di Sragen ini.

Mereka dikukut paksa oleh Tim Satpol PP Sragen, Selasa (12/11/2019) pagi lantaran dianggap bikin resah warga di Pucung, Karangmalang. Pasalnya saat jam efektif sekolah, para pelajar itu justru nekat nongkrong sambil gitaran dan joget-joget seperti orang lagi teler.

Sontak saja, ulah bengal mereka membuat warga sekitar lokasi, geregetan dan lapor ke Satpol PP.

Ironisnya lagi, aksi itu dilakukan dalam kondisi masih berseragam sekolah dan dilakukan ketika waktu masih menunjuk pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB.

Bahkan saat melihat kedatangan aparat, sebagian kocar-kacir melarikan diri.

Namun ada sekitar 15an pelajar yang berhasil diamankan.

Baca Juga :  Berikut Daftar Kerusakan Akibat Angin Puting Beliung di 4 Kecamatan di Sragen. Total Ada 35 Rumah Rusak! 

“Iya. Tadi pagi kami menerima laporan dari warga kalau ada sekelompo pelajar masih berseragam sekolah yang nongkrong sambil gitaran dan joget-joget. Warga pun resah dan akhirnya kami langsung tindaklanjuti dengan membawa mereka ke kantor,” papar Kepala Dinas Satpol PP Sragen, Heru Martono, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM, Selasa (12/11/2019).

Menurutnya, dari sekitar 15 pelajar itu sebagian besar adalah siswa SMK swasta di Sragen. Namun ada pula yang masih SMP.

Para pelajar saat tiba di Kantor Satpol PP. Foto/Wardoyo

Setiba di Satpol PP, mereka kemudian didata dan dilakukan pembinaan. Pembinaan juga dilakukan di hadapan guru dan orangtua masing-masing siswa yang langsung dipanggil seketika itu juga.

“Kami panggil pihak sekolah dan orangtua biar mereka juga tahu dan lebih memperketat pengawasan terhadap putra-putra mereka,” terang Heru.

Baca Juga :  Heboh Kabar 8 Buruh Tandur di Sragen Tewas Kesetrum, Begini Fakta Sebenarnya! 

Setelah diberi pembinaan dan membuat surat pernyataan, para siswa bengal itu akhirnya dikembalikan ke sekolah dan orangtua. Namun jika ke depan mengulangi dan tertangkap lagi, sanksi tegas akan diberikan.

Heru menyampaikan apresiasi kepada warga yang responsif melaporkan adanya perilaku meresahkan kalangan pelajar itu. Wardoyo

 

Loading...